Nama Karina Ranau ikut mencuri perhatian dari balik heboh kasus Eyang Subur. Ceritanya begini: ketika perseteruan Subur dengan Adi Bing Slamet mereda, salah satu orang yang ada di kubu Adi, yakni Arya Wiguna mendadak jadi artis. Nah, Karina Ranau muncul gara-gara 'ulah' Arya.
Karina Ranau merupakan istri dari aktor dan komedian Epy Kusnandar. Ia menjadi salah satu perempuan yang digebet oleh Arya Wiguna. Karena Karina sudah bersuami, maka panjanglah urusan dibuatnya. Untuk menelisik lebih jauh, detikHOT mengajaknya berbincang di sebuah kafe di daerah Jakarta Selatan, Senin (24/6/2013).
Perempuan yang akrab disapa Karin itu tak hanya mengklarifikasi hubungannya dengan Arya Wiguna. Ia juga bicara banyak tentang rumah tangganya dengan Epy. Ternyata, hubungannya dengan sang suami memang sudah tak harmonis. Waduh!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita udah berusaha menutupi dari orang-orang, dan keluarga bahwa kita bahagia. Tapi nggak bisa. Saya sama Kang Epy sudah hampir setahun ini pisah ranjang, instrospeksi diri," ungkapnya dengan suara lirih.
Menurut anak ketiga dari empat bersaudara itu, banyak hal yang sudah tak sejalan antara dirinya dengan sang suami. Pertengkaran hebat yang terus berulang akhirnya membuat dirinya mengambil keputusan untuk pisah tempat tinggal.
"Intinya sampai sekarang sih kita udah nggak sejalan. Mendingan menjauh dulu deh, kasihan mental anak, psikologisnya bisa terganggu. Kita berantem, ribut-ribut terus, dan anak ngeliat," katanya.
Pemilik tinggi 160cm dan berat 40kg itu mengaku lebih nyaman dengan kondisi rumah tangganya saat ini. "Saya sih masih enjoy dengan keadaan sekarang. Tapi nggak berarti saya bebas banget. Saya mau ke mana-mana masih bilang sama Kang Epy," jelasnya.

Karin kini lebih fokus merawat, dan membesarkan buah hatinya. Meski sudah tak serumah dengan Epy, ia pun membebaskan suaminya itu untuk bertemu dengan anaknya.
"Saya masih tetap berusaha menjaga hubungan baik. Bapaknya juga bebas bertemu dengan anaknya. Dia juga suka nelepon, dan bawa anak ke tempatnya," tandasnya.
(hri/hkm)










































