Tanpa ragu Deddy Corbuzier menilai dirinya sendiri sebagai tipikal orang yang tak suka berbasa-basi, selalu bicara apa adanya. Hal itu tak cuma ia tunjukkan ke orang-orang yang dekat di sekitarnya, namun disadari ayah satu anak itu, gaya bicaranya yang straight to the point itu juga ia terapkan ketika membawakan acara TV.
Sebagian orang menilai sosok mentalis satu ini arogan atau sombong. Namun, Deddy mengungkapkan, dirinya memang tak suka menutup-nutupi hal apapun. Ia menguraikan, pengalamannya selama membawakan program Hitam Putih, beberapa kali seorang artis dan bintang tamu kecewa dan langsung minta pulang ketika dikritik Deddy di atas panggung.
βKalau saya merasa lagunya jelek, ya, saya bilang jelek. Mau jualan apaan, kalau lagunya nggak enak didenger,β ujarnya memberi contoh sikapnya yang blak-blakan.
Merunut ke belakang, Deddy menuturkan, jalannya untuk eksis lewat kemampuannya di bidang yang ia cita-citakan sejak kecil tersebut terbilang tak mudah. Tak hanya karena sulap dianggap sebagai hiburan kelas bawah. Bahkan sulap diidentikan dengan badut atau sirkus.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya itu pun sempat merasa didiskriminasi untuk bisa masuk ke dunia hiburan karena darah Cina yang mengalir di dirinya. Meski dibenci, namun setelah dua tahun membawakan acara Hitam Putih, gaya bicara Deddy yang terbuka itu justru menjadi daya tarik bagi program talkshow itu.
Sang produser, Hellen mengungkapkan, dari tahun ke tahun program Hitam Putih meningkat dari sisi share dan rating. Pembawaan Deddy yang lugas sebagai host menjadi nilai tersendiri yang membedakan program Hitam Putih dari talkshow lainnya.
βMereka yang nonton Hitam Putih itu nggak cuma mau lihat siapa artis yang hadir, tapi juga mau lihat gaya saya yang apa adanya ketika bawain acara,β ujar Deddy penuh percaya diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































