Bisa jadi, karier awal masing-masing sebagai model cukup untuk modal melangkah ke panggung musik sebagai kelompok vokal. Wajah mereka memang cukup familiar terutama bagi paa penikmat majalah pria dewasa.
Nonna dan Ayu misalnya, beberapa kali berpose sensual di Majalah Popular. Sedangkan Shinta kerap tampil di Maxim dan ME. Sedangkan Shanli membangun karier sebagai model paroh waktu alias freelance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SPICY tak mengelak dengan cap yang diberikan sebagian orang terhadap penampilan mereka selama ini. Seksi, memang itu telah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari eksistensi mereka.
Selama ini, mereka juga mengakui memang menonjolkan penampilan sensual mereka untuk menunjang aksi panggung.

βDua-duanya harus seimbang, antara penampilan dan kualitas suara yang kita tunjukin. Nggak bisa satu di antara dua hal itu kurang atau lebih,β ujar Shinta.
βLagi pula, itu konsekuensi karena dicap seksi. Kita kan model, ya wajar kalau ada orang bilang kita kayak gitu,β sambung Ayu.
(doc/mmu)











































