Namun, saat mampir ke kantor detikHOT baru-baru ini bungsu dari tiga bersaudara itu menuturkan bahwa menjadi koki bukan keinginan yang telah tumbuh sejak lama.
Memasak ternyata bukan hal yang sengaja ia pelajari. Terbiasa diajak almarhum sang ibu memasak di dapur sejak kecil, Aiko pun sering mengamati masakan-masakan yang biasa dioah ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan berusia 23 tahun yang kini sedang menimba ilmu di Jakarta Cullinary Center ini mengaku sudah fasih membuat serta meramu bahan-bahan dan bumbu-bumbu masakan sejak ditinggal sang ibu wafat. Sebagai satu-satunya anak perempuan, ia pun dituntut bisa menggantikan peran ibunya yang telah tiada di rumah.
"Pas mama meninggal aku masih 15 tahun, otomatis aku yang ambil peran di rumah. Dua kakakku cowok semua, mau nggak mau aku harus bisa masak, apalagi papa juga nggak suka makan atau jajan di luar," ujar Aiko.
Presenter program acara Dapoer Cobek di Global TV ini sempat menjajal dunia tarik suara pada 2008 sebelum fokus membawakan program acara masak. Hanya saja, proyek nyanyinya tak berjalan mulus, kontraknya pun disudahi dan ia sempat menganggur.

Kemudian ia coba-coba casting sebagai presenter untuk sebuah acara tayangan masak berjudul Dapur Cantik di Trans 7 pada 2010. Aiko pun lolos, dan selama beberapa episode ia mengisi program tersebut. Meski tak lama, jalan kariernya kemudian terbuka lebih luas setelah tampil di sana.
"Dapur Cantik itu program pertamaku. Senang pernah bawain acara di sana karena bisa dibilang karierku terbuka juga setelah aku bawain acara tersebut," papar Aiko.
(doc/hkm)











































