Saat berbincang dengan detikHOT beberapa waktu lalu di sela-sela mengisi sebuah acara di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, pendakwah yang akrab disapa Ustad Al Habsyi ini menuangkan perjalanannya dalam merintis karier menjadi pendakwah seperti sekarang.
Ternyata, meski besar sebagai anak santri di sebuah pesantren di Lampung, Al Habsyi sebenarnya tak pernah menetapkan keinginannya sejak awal untuk menjadi penceramah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat coba-coba mengikuti ajang pemilihan model di sebuah majalah remaja pada 2000, pria berdarah Arab-Padang ini mengaku sempat bercita-cita bisa merambah dunia hiburan sebagai bintang sinetron. βDulu ada yang nawarin saya datang ke Jakarta untuk main sinetron,β ujar Al Habsyi mengenang.
Ia pun dijanjikan tak perlu mengikuti proses casting. Penampilannya dinilai sudah memenuhi kriteria sosok bintang sinetron. Sayang Al Habsyi menolak tawaran tersebut. Jalan untuk bisa terkenal dengan menjadi artis pun putus di tengah jalan. Kenapa?
Sembari menikmati hidangan berbuka puasa di sebuah acara yang mendapuk dirinya berdakwah, Al Habsyi pun memutar memori. Ia mengungkapkan, almarhum guru di pesantren tempat dirinya menimba ilmu tak setujupada keinginannya untuk menjadi artis.

βPadahal sudah setengah perjalanan menuju Jakarta, akhirnya saya pilih pulang lagi sementara saya kemudian dicibir sama teman-teman saya kala itu,β kenangnya.
Di titik itulah kemudian akhirnya Al Habsyi menetapkan keyakinan. Melalui bekal yang ia peroleh selama dirinya pernah menempuh pendidikan di pesantren, Al Habsyi pun kemudian teguh untuk menjadi pendakwah.
(doc/mmu)











































