Memulai karier bermusiknya sejak 2009, Ridho memang menetapkan hati untuk terjun ke area yang sama dengan ayahnya. Bersama Sonet 2, band yang ia motori, ia padukan musik dangdut dengan sentuhan modern hingga rock.
Dalam sebuah kesempatan berbincang dengan detikHOT, Ridho mengaku memang ingin mengubah stereotip dangdut selama ini yang masih sering dianggap sebagai musik kampungan. Sambil menunggu giliran naik panggung di sebuah acara di salah satu stasiun TV beberapa waktu lalu, Ridho banyak bercerita mengenai bagaimana dirinya sangat berkeinginan membuat dangdut bisa diterima banyak orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ia pun mengaku lapang dada ketika sebagian orang mencibir dirinya yang dianggap menempel pada sosok Rhoma Irama. Baginya hal tersebut memang tak bisa dipungkiri. Nama besar Rhoma Irama ia akui memberi pengaruh yang cukup besar dalam hidupnya selama ini.
"Saya merasa di satu sisi hal ini adalah anugerah, di satu sisi lagi adalah beban. Tapi saya memang tak berusaha menghilangkan hal tersebut," ujar Ridho.
Namun segera ditambahkannya, ada hal lain selain musik, dan juga akting, yang ia akui belum sanggup untuk ia ikuti dari sosok sang ayah. Yaitu, menjadi alim ulama seperti yang selama ini juga dilakukan oleh Rhoma Irama. Meyakini bahwa dirinya memiliki potensi di karier bermusik dan akting, bintang film 'Sajadah Ka'bah' itu punya cara sendiri agar dirinya tak hanya dikenal sebagai 'artis' namun juga bisa menjadi panutan banyak orang.
"Berdakwah seperti ayah saya sih belum. Tapi melalui pekerjaan saya sekarang, saya ingin memberikan pandangan bahwa menjadi artis itu nggak harus free gaya hidupnya," tandas Ridho.
(doc/hkm)











































