Gebrakan Baru Maestro Kontemporer Heri Dono

Gebrakan Baru Maestro Kontemporer Heri Dono

prih febriani - detikHot
Sabtu, 18 Jul 2026 19:23 WIB
Maestro seni kontemporer Heri Dono
Heri Dono. Foto: dok pribadi
Jakarta -

Ada gebrakan baru yang dilalukan maestro seni kontemporer Indonesia, Heri Dono. Kali ini, Heri berkolaborasi dengan Adelle Jewellery dan G3N Project dalam sebuah proyek eksklusif yang mempertemukan dunia seni murni dengan industri perhiasan mewah Indonesia.

Kolaborasi itu diperlihatkan dalam rangkaian pameran dan pertemuan eksklusif 17-18 Juli 2026 di Hotel Park Hyatt Jakarta. Dalam kesempatan ini, keduanya, menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berbicara mengenai kemewahan, tetapi juga mengenai gagasan, identitas, dan ekspresi artistik yang dapat dikenakan serta diwariskan lintas generasi.

Bagi Heri Dono, perhiasan sesungguhnya bagian dari ekosistem seni yang lebih luas. Seni, menurutnya, selalu menjadi katalisator berbagai disiplin ilmu dan tidak pernah berhenti pada wilayah seni murni semata. Perhiasan, desain, arsitektur, hingga teknologi merupakan ruang dialog baru bagi kreativitas kontemporer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Di dalam seni murni kadang terjadi stagnasi selera. Kolaborasi seperti ini membuka wilayah baru bagi imajinasi untuk bergerak lebih jauh dan menjangkau masyarakat yang lebih luas," ujar Heri Dono, di sela-sela private event "The Collectors Gallery: Gems & Arts" di Hotel Park Hyatt Jakarta, kemarin.

Maestro seni kontemporer Heri DonoMaestro seni kontemporer Heri Dono, bersama Owner Adelle Jewellery Michael Surya dan GM G3N Project Andry Ismaya Permadi, saat menghadiri private event The Collectors Gallery: Gems & Arts di Hotel Park Hyatt Jakarta. Foto: dok pribadi

Proyek kolaborasi ini akan diluncurkan tahun ini. Heri Dono menerjemahkan bahasa visual yang selama ini hadir dalam instalasi, lukisan, serta karya ikoniknya ke dalam empat desain perhiasan eksklusif. Beberapa yang dihasilkan di antaranya berupa bros, pendant, anting, hingga karya kinetik yang memadukan karakter artistik khas Heri Dono dengan presisi tinggi khas Adelle Jewellery. Inspirasi utama koleksi kolaborasi tersebut datang dari karya ikonik Heri Dono, simbol visual yang lahir menjelang masa reformasi Indonesia pada 1996.

Sosok bidadari yang terperangkap di dalam jaring menjadi metafora mengenai kebebasan, harapan, dan gagasan yang kerap dibatasi oleh ruang sosial maupun politik pada zamannya. Kini, melalui medium berlian dan batu mulia, simbol tersebut diyakininya bisa memperoleh kehidupan baru.

Owner Adelle Jewellery, Michael Surya, mengatakan perhiasan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap penampilan, melainkan sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya yang kuat.

"Kami ingin menghadirkan sebuah karya seni yang dapat dipakai, diwariskan, sekaligus membawa cerita Indonesia kepada dunia. Tantangannya adalah menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat ke dalam bentuk yang tetap elegan, fungsional, dan relevan bagi perempuan maupun laki-laki," kata Michael Surya.

General Manager G3N Project Andry Ismaya Permadi menilai, kolaborasi lintas disiplin seperti ini menjadi masa depan ekosistem seni Indonesia. Menurutnya, seni tidak lagi hidup di ruang galeri semata, melainkan harus mampu berdialog dengan industri kreatif lain agar dapat menjangkau publik yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman gagasannya.

"Seni memiliki kemampuan untuk menghubungkan disiplin yang berbeda dan menciptakan nilai kebaruan. Ketika seniman, brand, dan ekosistem kreatif bekerja bersama, yang lahir bukan hanya sebuah produk, tetapi sebuah warisan budaya yang relevan dengan zaman," ujar Andry.



(wes/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads