ADVERTISEMENT

SASKARA Meriahkan HUT RI dengan Wayang dan Sentuhan Budaya Jawa

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Rabu, 17 Agu 2022 18:00 WIB
Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari Bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen.
Foto: dok. SASKARA
Jakarta -

Perayaan HUT RI pada 17 Agustus 2022 disambut meriah dengan berbagai cara. Upacara bendera sudah jadi sesuatu yang wajib dilakukan, termasuk sederet lomba-lomba seru yang menguji kekompakan. Di sisi lain, perayaan HUT RI juga dijadikan momentum buat perilisan bernuansa budaya Indonesia.

Indonesia sangat kaya akan budaya. Setiap wilayah punya kisah lokal tersendiri yang sangat dekat dengan hati masyarakat. Di Pulau Jawa sendiri, cerita tentang Wali Songo merupakan salah satu yang melegenda. Wali Songo merupakan sosok-sosok penyebar Islam di Pulau Jawa dan menggunakan berbagai metode dakwah dalam prosesnya, termasuk seni seperti wayang.

Hal itu kemudian menjadi inspirasi dari brand SASKARA dalam menghadirkan produk terbaru mereka. Brand SASKARA menghadirkan sebuah seri mukena dengan nuansa Jawa Timur dalam momentum HUT RI kali ini. Setelah beberapa waktu lalu SASKARA menghadirkan koleksi Purak Barik yang mengangkat tari Suku Dayak dari Kalimantan Utara, hingga Kilau Mandalika yang terinspirasi dari keindahan mutiara Nusa Tenggara Barat.

Kali ini brand lokal SASKARA merilis jilid ketiga dari Seri Nusantara bernama Werni. Motif itu hadir melalui seri mukena dan sajadah dengan ilustrasi wayang Jawa Timur. Wayang merupakan warisan budaya yang kental dengan kearifan lokal dan nilai moral, sesuatu yang menggambarkan identitas Pulau Jawa. Tak hanya itu, ada nilai religi yang terkandung dalam wayang apabila melirik dari awal masuknya Islam di Indonesia.

Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari Bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen.Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari Bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen. Foto: dok. SASKARA

Wayang pernah digunakan sebagai media dakwah para Wali Songo, seperti digagas Sunan Kalijaga. Tak hanya itu, Sunan Kalijaga juga kerap menggunakan seni lain dalam dakwahnya, termasuk ukiran, musik, hingga seni suara suluk. Sosok Sunan Kalijaga dinilai sebagai seseorang yang toleran terhadap budaya lokal sehingga penggunaan seni dan budaya lokal sebagai sarana dakwah dirasa tepat.

Kisah wayang dan Sunan Kalijaga tersebut menginspirasi SASKARA dalam menghadirkan Seri Nusantara Werni. Werni sendiri diambil dari salah satu motif wayang kulit Jawa Timur. Produk Werni dari SASKARA hadir buat wanita dalam bentuk mukena dan pria dalam bentuk sajadah. Tentu sajadah itu bisa digunakan siapa saja. Dengan bahan ultra fine velvet yang tipis, halus, dan sejuk, seri Werni akan nyaman digunakan dalam beribadah.

Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen.

Di koleksi mukena dan sajadah untuk perempuan, ada Maya yang berarti lembut, Nara yang berarti wanita bahagia, Anna yang berarti kebaikan hati, Naya yang berarti mulia, serta Jenar yang berarti semangat yang membaja. Sementara untuk koleksi pria, ada Kresna yang berarti bijaksana, Arya yang berarti terhormat, Dipa yang berarti cahaya, Aruna yang berarti kemuliaan, dan Praya yang bermakna cerdas.

Selain koleksi Werni, SASKARA juga mengeluarkan produk-produk baru untuk koleksi Kilau Mandalika.

Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari Bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen.Werni menghadirkan lima varian produk yang nama-namanya pun diambil dari Bahasa Jawa. Makna dari nama dan karakteristik produk tersebut selaras sehingga bisa dipilih sesuai dengan kepribadian konsumen. Foto: dok. SASKARA

"Sebelumnya Kilau Mandalika memiliki 4 produk yang disambut baik oleh khalayak umum. Maka dari itu, SASKARA menyambut antusiasme masyarakat dengan meluncurkan 13 produk baru sebagai lanjutan dari koleksi Kilau Mandalika dalam bentuk ring hijab, tasbih, dan strap masker yang mengangkat keindahan mutiara Lombok," tutur Andya Kartika, hal itu juga diamini Afif Kamal Fiska selaku COO SASKARA.

SASKARA sebagai brand lokal merasa perlu mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal maupun internasional. Karena mereka mengingat masih banyaknya orang yang belum mengetahui betapa kayanya kebudayaan Indonesia.

Setiap daerah Indonesia memiliki keindahan dan budaya yang layak diketahui khalayak luas. Berangkat dari keyakinan ini, ke depan, SASKARA akan mengangkat keindahan-keindahan dari daerah-daerah lain untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya-budaya Indonesia.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT