Sahur Jaksel: Atas Nama Rendang, Ayam Pop dan Pergaulan

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 19 Apr 2022 12:33 WIB
Sajian makanan di Pagi Sore.
Sajian makanan di Pagi Sore (Foto: Instagram @pagisoreid)
Jakarta -

Pepatah Hollywood mengatakan, 'nothing good happens after 2 am', merujuk pada keputusan dan kejadian buruk yang terjadi. Tapi nampaknya, untuk bulan Ramadan di Jakarta, sesuatu yang menarik justru terjadi di sekitar pukul 2.00 dini hari.

Bertempat di Kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, berdiri sebuah Restoran Padang bernama Pagi Sore. Di tempat itulah, sejak berdiri lima tahun lalu, setiap bulan Ramadan, di waktu sahur akhir pekan Sabtu-Minggu, terjadi hal-hal baik yang menggugah selera, atas nama rendang, gulai dan ayam pop.

Restoran Pagi Sore di Jeruk Purut memiliki tren yang bisa dikatakan sebagai fenomena. Tiap waktu sahur di akhir pekan, tempat itu ramai dengan muda-mudi yang memilih sahur bersama. Bisa jadi mereka berasal dari area sekitar Jakarta Selatan, atau tidak jarang juga yang datang dari lintas provinsi seperti Tangerang dan Cibubur.

Pagi SoreSuasana di depan Restoran Pagi Sore. Foto: M Iqbal/detikcom

Kata anak muda menjadi kunci karena memang mereka mendominasi. Tentu tidak datang begitu saja. Tapi penuh persiapan, dengan busana penuh gaya, pria dan wanita. Entah siapa yang memulai, tapi pemandangan ini rasanya terlihat seperti terjadi migrasi besar-besaran dari Senopati.

detikHOT ingin melihat langsung tren ini. Akhir pekan minggu lalu, Sabtu (16/4/2022), di siang hari sebelum restoran buka, detikHOT berbincang dengan Penanggung Jawab Operasional, Ferry Nandarsyah. Sejak pertama kali buka, dia adalah saksi hidup tren tersebut.

"Trennya sudah terbentuk sejak tahun pertama. Dari (cabang) Cipete yang sudah berdiri duluan juga sudah terbentuk. Cumu dulu mungkin di Cipete belum terihat sekali. Mungkin karena daerah Jeruk Purut ini secara daerah lebih strategis. Dan bukan rekayasa. Benar-benar terjadi. Sangat luar biasa anak-anak muda zaman sekarang, yang mau sahar itu bukan pakai baju tidur, pakaian asik aja. Mungkin ada yang habis dari kafe, busana malam bisa dikatakan. Terus makan dengan lahapnya."

Anak-anak muda ini biasanya mulai berdatangan sekitar pukul 2.00 WIB. detikHOT membuktikan sendiri ucapan Ferry. Pagi itu, restoran padang terlihat sangat meriah, menarik dan wangi dengan segmentasi pengunjung beberapa wajah familiar dari kalangan selebriti.

"Anak muda, selebriti selalu ada di tiap sahur Sabtu-Minggu. Selebriti tanpa make up yang sering terjadi di sini. Agak kebalik sama anak muda lainnya yang make up tetap on. Tetap yang dihajar ya rendang-rendang juga," sambung Ferry sembari tertawa.

Ferry & Fuji sahur bersama.Ferry & Fuji sahur bersama. Foto: Instagram @ferrythezheam

"Kalau ditanya kenapa bisa, saya nggak bisa jawab juga. Saya nggak tahu siapa yang membuat tren ini," katanya lagi.

Dengan kapasitas sekitar hampir 300 tamu, di waktu sahur, daftar antrean atau waiting list mengular panjangnya. Di hari ketika detikHOT berada di lokasi, sekitar pukul 2.30 WIB sudah ada 15 nama antrean, seluruhnya keluarga dengan anggota keluarga 6-10 orang. Menurut Ferry, sebisa mungkin seluruh antrean dapat menyelesaikan sahurnya sebelum waktu Imsak.

"Biasanya kepadatan itu mulai terjadi di minggu ke-2 puasa. Tahun ini sampai penuh banget. Kita sempet kaget dan stok makanan menipis."

Pagi SoreSuasana sahur di Restoran Pagi Sore. Foto: M Iqbal/detikcom

Kalau sudah begini, tentu saja banyak cerita-cerita unik yang terlihat. Berdasarkan pengamatan Ferry, salah satu momen terseru di waktu sahur adalah melihat gelaran 'fashion show'. Lokasi tepatnya adalah, mulai dari pintu masuk melintasi area makan indoor, menuju area makan outdoor dan berakhir di area kamar mandi dan wastafel. Untuk yang belum pernah ke sana, jalur tersebut berupa garis lurus dengan orang-orang makan yang mungkin dianggap penonton.

"Kita menyebutnya fashion show di sini. Mereka jalan dari pintu depan menuju ke area belakang itu sudah kayak jalan model ya. Karena mungkin menurut saya pribadi, 'gue sudah dandan harus dilihat orang'. Uniknya kalau ada perempuan, misalnya, sudah cuci tangan di depan (area teras-tangga), kemudian masuk, sudah duduk di meja, seringkali masih tetap tanya wastafel di sebelah mana. Karena ya mungkin ingin melakukan fashion show itu," cerita Ferry.

Memiliki sekitar 10 cabang khusus untuk area Jabodetabek, tren sahur hits ini memang hanya terjadi dan bertahan di cabang Jeruk Purut.

"Selama 5 tahun tren ini bertahan. Kalau Senin-Kamis ramainya keluarga, kalau weekend, ramainya anak muda," pungkas Ferry.

Cerita dari tren sahur bersama di Restoran Pagi Sore, Jeruk Purut masih berlanjut. Ada tamu yang rela memanggil perias khusus untuk makan sahur di sana. Serta cerita dari menu paling favorit mereka, ayam pop. Ikuti terus hanya di detikHOT.

(mif/dar)