Teka-teki Barista Profesional Muhammad Aga soal Penyegaran Bisnis

Yudistira Imandiar - detikHot
Jumat, 23 Okt 2020 22:29 WIB
Barista profesional Muhammad Aga
Foto: Istimewa
Jakarta -

Unggahan terbaru barista profesional Muhammad Aga di Instagram mengundang penasaran. Pada unggahan tersebut, Aga mengisyaratkan butuh penyegaran dalam bisnis makanan dan minuman yang dijalaninya.

Saat ini Aga mengelola dua kedai kopi miliknya, Shoot Me in The Head (Smith.Indonesia) dan Harapan Djaya. Selain itu, dia juga memiliki beberapa bisnis lainnya.

Lihat postingan ini di Instagram

Bisa dibilang pertama kali buka bisnis di tahun 2015 di saat gue menjalani passion yang memang gue suka. Tapi seiring berjalan nya waktu di bisnis fnb ini tentu dibutuhkan refreshment mulai dari produk sampai ke services nya yang bisa menunjang bisnis itu sendiri. . Salah satu ideanya itu datang disaat gua ikut kompetisi barista, bahwa sebuah produk itu harus ada inovasi dan kita sebagai orang dibalik produk tersebut juga harus berfikir kreatif. . Nah kalo mau tau lebih lanjut gimana gue Xcelerate bisnis gue, jangan lupa nonton virtual talkshow gue bersama @xlprioritas dan @detikcom di acara Learn from The Xperts #MajuTerusTanpaBatas #PastiPRIORITAS

Sebuah kiriman dibagikan oleh 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗔𝗴𝗮 (@muhammadaga) pada 22 Okt 2020 jam 5:46 PDT

Pada postingannya di Instagram, Aga mengulas perjalanan bisnisnya dimulai tahun 2015. Bisnis kedai kopi tersebut dipilih Aga sesuai dengan passion yang dimilikinya. Namun, ia mengatakan tengah butuh penyegaran pada aktivitas bisnisnya.

"Tapi seiring berjalan nya waktu di bisnis fnb ini tentu dibutuhkan refreshment yang menunjang bisnis itu sendiri," tulis Aga.

Ia menambahkan, sebuah produk harus selalu berinovasi. Pelajaran itu, kata dia, didapatkan saat mengikuti kompetisi barista

"Idea datang di saat gue kompetisi kopi, bahwa sebuah product harus selalu berinovasi," ungkapnya.

Kilas mundur sejenak, nama Aga mencuat saat dirinya menjadi finalis Indonesia di ajang World Barista Championship (WBC) di Amsterdam, Belanda tahun 2018. Dalam kompetisi tersebut, Aga beradu kemampuan dalam hal menyiapkan bahan, menyeduh, dan menyajikan berbagai jenis racikan kopi dengan para barista dari seluruh dunia. Seiring dengan melejitnya pamor Aga sebagai barista dan koneksinya yang luas, ia diajak bermain dalam film Filosofi Kopi yang dibintangi Chiko Jerrikho dan Rio Dewanto.

Selain berkompetisi di WBC, Aga juga beberapa kali memenangkan kejuaraan barista. Di 2012, ia memenangkan Latte Art Throwdown Competition. Setahun berikutnya, dia menempati posisi kelima Indonesian Barista Competition, dan peringkat ketujuh ASEAN Barista Competition.

Menjadi barista bukanlah pilihan karir pertama Aga. Dulunya ia merupakan pemusik aliran Rockabilly.

Saat menjadi anak band itulah ia mulai mengenal dunia perkopian. Ia menjadi barista paruh waktu, yang menurut ceritanya, penghasilan yang didapatkan digunakan untuk membiayai bandnya tersebut.

Bersinggungan nyaris setiap hari dengan kopi, ia mulai jatuh hati pada keahlian sebagai barista. Dalam rentang 2009-2012 ia semakin mendalami kemampuannya menjadi barista andal, hingga bersaing di level internasional.

Dengan popularitas dan bisnisnya yang sudah berkembang ini, penyegaran apa yang sebenarnya dimaksud Aga?

Katanya, Aga akan mengulas cerita lengkap inovasi bisnis yang dimaksud dalam acara Virtual Talkshow 'Learn From The Xpert', Rabu (28/10) secara live di Instagram pribadi miliknya @muhammadaga dan @xlprioritas mulai pukul 16.30 WIB.



Simak Video "Tunanetra Berlatih Menjadi Barista"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)