Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Children's Book Fair

Andi Abdullah Sururi - detikHot
Jumat, 07 Apr 2017 14:37 WIB

Bologna - Indonesia semakin mendapatkan eksistensinya di kancah buku anak internasional setelah untuk ketiga kalinya mengikuti Bologna Children's Book Fair.

Ini desain paviliun Indonesia di Bologna Children's Book Fair 2017, menempati Hall A stand A29 di Bologna Fiere, Bologna, Italia.
Lebih dari 250 judul buku anak dibawa Indonesia melalui Komite Buku Nasional untuk mengikuti pameran buku anak terbesar di dunia ini.
Petugas booth Indonesia sedang mempromosikan sebuah karya ilustrasi anak bangsa kepada seorang pengunjung.
Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Komite Buku Nasional sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah dan asosiasi penerbit Turki untuk menjajaki peluang kerja sama di antara kedua negara.
Wakil Kepala Perwakilan RI di Roma, Des Alwi (kanan), berbincang-bincang dengan ketua Komite Buku Nasional (KBN), Laura Prinsloo, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putra, saat mengunjungi paviliun Indonesia pada hari pertama pameran.
Ika Rahmawati dari KBRI di Roma sedang melakoni sesi 'story telling' kepada sejumlah pengunjung. Ia mendongengkan kisah 'Si Kancil dan Buaya' dalam bahasa Italia.
Ilustrator Evelline Andrya memperkuat promosi literasi Indonesia dengan hadir dan mendemonstrasikan keahliannya di depan pengunjung. Baru-baru ini ia menerbitkan buku anak pertamanya berjudul 'The Dancing Folktales'.
Ini adalah kali ketiga berturut-turut Indonesia hadir di Bologna Children's Book Fair. Diharapkan dari ajang seperti ini penerbit-penerbit asing semakin berminat untuk mempublikasikan karay-karya literasi Indonesia di negara mereka.
Koordinator Pengembangan Literasi Komite Buku Nasional, Lucya Andam Dewi, sedang berbincang-bincang dengan perwakilan sebuah penerbitan besar di China. China dikabarkan tertarik untuk membawa buku-buku anak Indonesia ke negara mereka.
Tahun depan Indonesia diberi kesempatan untuk menampilkan karya ilustrator terbaik di Illustrator Cafe di Bologna Children's Fair. Ini diyakini berkat konsistensi Indonesia hadir di pameran buku anak terbesar di dunia tersebut.
Bayangkan jika dongeng-dongeng rakyat dari Indonesia bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Italia, dan buku-bukunya diceritakan para orangtua di sana kepada anak-anaknya sebelum tidur.
Di hari terakhir pameran, sejumlah buku anak dari paviliun Indonesia dibeli oleh sejumlah pengunjung. Bangga, dong.
Detikcom menjadi satu-satunya media dari Indonesia yang meliput Bologna Children's Book Fair. Sementara dua mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Bologna, Nunung Mulyani (kiri) dan Primaditya Riesta, turut menjadi bagian dari tim yang sedang mempromosikan literasi anak bangsa di luar negeri ini.
Sampai jumpa di Bologna Children's Book Fair tahun depan. Arrivederci!
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair
Indonesia Tancapkan Eksistensi di Bologna Childrens Book Fair