Wawancara dengan Laksmi Pamuntjak

Tips Agar Penulis Indonesia Go International: Ironi, Segar, Lucu dan Islam

Andi Saputra - detikHot
Jumat, 21 Okt 2016 11:13 WIB
Foto: Andi Saputra
Frankfurt - Setelah bergelut di dunia penulisan dalam negeri, Laksmi Pamuntjak akhirnya bisa diterima masyarakat dunia, Jerman salah satunya. Cetakan pertama sebanyak 25 ribu eksemplar terjemahan dari novelnya 'Amba' ludes terjual di Jerman, dan kini memasuki cetakan kedua. Adapun cetakan ketiga sudah disiapkan karena cetakan kedua nyaris habis di pasaran.

Buku Laksmi masih menghiasi di berbagai toko buku di Jerman dan dijual dengan harga kisaran 12 Euro per buku. Lalu bagaimana agar penulis Indonesia bisa mencontoh Laksmi supaya bisa 'go international'?

Berikut wawancara dengan Laksmi di sela-sela acara Frankfurt Book Fair 2016 di Jerman, Jumat (21/10/2016):

Bagaimana komentar Anda atas penjualan buku di Jerman?
Saya beruntung ya buku saya diterjemahkan ke beberapa bahasa setelah sekian lama.

Dampaknya apa yang dirasakan sekarang?
Dalam kasus saya, saya disponsori, didanai untuk membuat novel ketiga oleh penerbit Jerman dan untuk berkarya dengan tenggat waktu yang cukup ketat.



 Tips Agar Penulis Indonesia Go International: Ironi, Segar, Lucu dan IslamFoto: Andi Saputra

Apa syarat utama menjadi penulis hebat?
Kalau kita mau menjadi penulis yang profesional harus begitu. Kita tidak boleh manja. Jadi ini suatu previlage, dan harus terima memang demand-nya besar.

Kendala dalam penulisan?
Penerjemahan, karena kualitas kan tergantung penerjemah, kalau penerjemahan tidak bagus, ya sudah.

Kalau penerjemah Anda?
Saya beruntung sekali di Jerman dihargai sekali karena terjemahannya bagus banget. Saya bisa sedikit bahasa Jerman, saya tidak menilai kualitas tapi semua orang bilang ini bagus sekali. Sementara yang bahasa Inggris saya harus terjemahkan sendiri, dan saya capai waktu itu karena dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris karena mengejar kesempatan untuk mempromosikannya di FBF tahun lalu. Saya cepet-cepet supaya terbit supaya orang bisa menilai dengan cepat.

Bagaimana penulis menghadapi penerjemah bagus yang susah ditemukan?
Bagi penulis, diterbitkan menyenangkan sekali, tapi kalau kualitasnya menurun bagaimana lagi. Kadang-kadang ada penerjemah yang bagus banget, saya tidak bisa pindah sama mereka karena kita, sudah nggak apa-apa penerbit kecil saja. Kalau punya agen, mereka nggak mau penerbit yang kecil-kecil.

Lalu apa tips ke penulis lainnya agar bisa go international?
Harus punya good translate, gimana pun caranya harus punya terjemahan yang bagus yang bagaimana caranya nanti dipamerkan di mana-mana, diedarkan. Kalau ada yang tertarik baru diperbaiki atau apa atau diedit habis-habisan atau disempurnakan. Harus bikin secepatnya terjemahan bahasa Inggris,

Tema apa yang disukai masyarakat Eropa dan Amerika?
Saya rasa semua genre bisa menarik, cuma ada tema-tema yang Amerika dan Eropa tertarik. Amerika dan Eropa beda. Amerika senang sekali, pertama-tama tidak boleh terlalu panjang, Amerika kan sangat ringkas dan padat. Atau, benar-benar beda sekali. Cerita-cerita yang segar dan lucu. Harus selalu ada humor dan itu yang paling susah, harus ada translated kan. Bisa saja di Indonesia lucu tapi di mereka kok bego banget. Apa sih lucunya, di mana sih atau kekanak-kanakan sekali karena ini terkontekstualisasi bagian dari bahasa yang sulit untuk diterjemahkan.

Bisa lebih spesifik?
Harus ada sensitif human, ironi atau sangat total beda banget dan sublime, yang baru yang orang nggak pernah lihat atau mengenai Islam. Di Jerman begitu. Politik sangat menarik minat orang,

(Tahun lalu, Laksmi keliling 16 kota di Jerman untuk promosi bukunya dan sekali acara dihadiri lebih dari 100 orang).

Bagaimana dengan antusiasme masyarakat Jerman?
Saya rasa itu karena perhatian mereka terhadap sejarah masih sangat tinggi, Bagaimana Indonesia hidup dengan beban sejarah, bagaimana melampauinya. Menyikapinya menjadi refleksi. Benang merahnya yang mengaitkan kita. Sementara kalau di Amerika itu sama sekali sudah tidak peduli, tapi isu Islam yes.

(asp/mmu)