detikHot

culture

Cerita yang Kompleks Jadi Pengait di Teater 'Bunga Penutup Abad'

Kamis, 23 Jun 2016 17:19 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Lewat Tetralogi Buru yang terbit dari tahun 1980 sampai 1988, nama penulis Pramoedya Ananta Toer dikenang sampai sekarang. Sebuah lakon teater berjudul 'Bunga Penutup Abad' pun lahir berdasarkan adaptasi dari novel tersebut.

Produser Happy Salma menceritakan bahwa cerita yang kompleks menjadi keunikan tersendiri bagi tim produksi. "Gimana cara mengaitkannya itulah yang membuat kami harus mikir lebih sekaligus jadi unik sendiri," katanya ketika ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2016).

Happy pun menceritakan alur cerita versi panggung akan dikaitkan dengan surat-surat yang ditulis oleh Panji Darman. Dia menemani Annelies ketika bepergian ke negeri Belanda.

"Lewat surat-surat itulah cerita bergulir dan mengalir. Lalu flashback ke masa kini, orang kedua, orang ketiga, pemain utama. Dan maju-mundur seperti film," tambah Happy.

Alur cerita yang tak statis dan maju-mundur tersebut menjadi tantangan tersendiri. Karena, kata dia, kalau di film tentunya akan lebih mudah.

"Tapi ini flashback maju-mundur, kalau di panggung gimana. Nah, wajib nonton nanti," ajak Happy optimistis.

Pementasan teater 'Bunga Penutup Abad' akan diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta Pusat, pada 25-26 Agustus mendatang!
(tia/dal)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com