Pameran Lukisan dan Kaligrafi Asal China Digelar 17-18 November

Pameran Lukisan dan Kaligrafi Asal China Digelar 17-18 November

Komario Bahar - detikHot
Rabu, 11 Nov 2015 19:31 WIB
Pameran Lukisan dan Kaligrafi Asal China Digelar 17-18 November
Jakarta - Ada pameran lukisan besar-besaran yang akan digelar pada 17-18 November ini. Tak cuma pameran lukisan, kaligrafi yang dibuat di Tiongkok juga akan dipamerkan.

Adalah perusahaan konstruksi asal China, Bauing Group yang akan menggelar 89 lukisan dan kaligrafi Tiongkok. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggelorakan kembali sejarah Jalur Sutra, yang akan membuat hubungan kebudayaan Indonesia dan Tiongkok jadi semakin mesra.

"Upaya menggelorakan Jalan Sutra ini pernah diungkapkan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan di parlemen Indonesia tahun 2013," kata Ketua Pelaksana Pameran Lukisan dan Kaligrafi Tiongkok 'Bauing Indonesia', Jefry Teguh di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jefry berujar, inisiatif Xi Jinping didasari keinginan mempererat hubungan dan kerjasama kedua negara. Jalur Sutra digunakan pada abad XIX karena pada masa itu komoditas sutra Tiongkok banyak diperdagangkan dari Asia hingga Eropa. Jalurnya dari Tiongkok ke utara dan selatan.

Komunitas seniman Guangzhou yang terlibat adalah dari Tim Federal Sastra dan Seni Kota Guangzhou. Rencananya, pameran ini akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam dua hari pameran nantinya akan digelar karya lukisan pemandangan Gunung Hakka di Tiongkok sepanjang 60 meter.

Pada hari pertama untuk tamu undangan dan lelang dua lukisan. Hasil lelang sepenuhnya akan disumbangkan ke Palang Merah Indonesia.

Menurut Jefry, lukisan Tiongkok menggunakan media cat air. Media ini secara teknis lebih sulit dibandingkan dengan media lainnya. "Lukisan yang akan dipamerkan tentang alam Tiongkok," kata Jefry.

Pameran lukisan dan kaligrafi Tiongkok tersebut merupakan bagian dari pentingnya komunikasi melalui lintas budaya. Bauing Group menggandeng Collaborative Innovation Center for 21st Century Maritime Silk Road Studies (CICMSRS) dan Guangzhou Municipal Artist Association.

CICMSRS adalah lembaga penelitian strategi internasional yang berfokus pada studi diplomatik internasional tentang warisan budaya Jalur Sutra abad XXI. Komunitas seniman Guangzhou yang terlibat adalah dari Tim Federal Sastra dan Seni Kota Guangzhou.

(kmb/kmb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads