Adalah perusahaan konstruksi asal China, Bauing Group yang akan menggelar 89 lukisan dan kaligrafi Tiongkok. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggelorakan kembali sejarah Jalur Sutra, yang akan membuat hubungan kebudayaan Indonesia dan Tiongkok jadi semakin mesra.
"Upaya menggelorakan Jalan Sutra ini pernah diungkapkan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan di parlemen Indonesia tahun 2013," kata Ketua Pelaksana Pameran Lukisan dan Kaligrafi Tiongkok 'Bauing Indonesia', Jefry Teguh di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas seniman Guangzhou yang terlibat adalah dari Tim Federal Sastra dan Seni Kota Guangzhou. Rencananya, pameran ini akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam dua hari pameran nantinya akan digelar karya lukisan pemandangan Gunung Hakka di Tiongkok sepanjang 60 meter.
Pada hari pertama untuk tamu undangan dan lelang dua lukisan. Hasil lelang sepenuhnya akan disumbangkan ke Palang Merah Indonesia.
Menurut Jefry, lukisan Tiongkok menggunakan media cat air. Media ini secara teknis lebih sulit dibandingkan dengan media lainnya. "Lukisan yang akan dipamerkan tentang alam Tiongkok," kata Jefry.
Pameran lukisan dan kaligrafi Tiongkok tersebut merupakan bagian dari pentingnya komunikasi melalui lintas budaya. Bauing Group menggandeng Collaborative Innovation Center for 21st Century Maritime Silk Road Studies (CICMSRS) dan Guangzhou Municipal Artist Association.
CICMSRS adalah lembaga penelitian strategi internasional yang berfokus pada studi diplomatik internasional tentang warisan budaya Jalur Sutra abad XXI. Komunitas seniman Guangzhou yang terlibat adalah dari Tim Federal Sastra dan Seni Kota Guangzhou.
(kmb/kmb)










































