Orkes Melayu Banter Banget tak lain merupakan bentukan dari Djaduk Ferianto, yang juga tampil di festival tersebut bersama grup lain yang dipimpinnya, Kua Etnika. Kehadiran musik dangdut di festival Tepi Sungai Main itu tentu saja memberikan warna tersendiri, di tengah panggung-panggung lain yang umumnya menampilkan musik βajep-ajepβ ataupun tango ala Spanyol.
Pada hari pertama setelah pembukaan, Jumat (28/8) orkes melayu tersebut telah tampil dan membawakan lagu-lagu dangdut klasik. Pada malam kedua, mereka kembali tampil, dan memberikan kejutan. Tiba-tiba saja, aktor Slamet Rahardjo yang merupakan βkepala sukuβ dari seluruh rombongan seniman Indonesia yang tampil di Museumsuferfest, muncul di panggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Jerman berjoged di depan panggung sebagai pemancing para βbuleβ Eropa yang berkerumun di depan panggung Indonesia dan penasaran dengan musik yang tengah dimainkan. Melihat banyak orang berjoged asyik, mereka pun satu per satu menyeruak lebih ke depan untuk ikut berjoged.
Djaduk sebagai vokalis utama membuka penampilan dengan lagu βPenasaranβ, disambung dengan βSakit Gigiβ dan lagu-lagu melayu klasik seperti βSelayang Pandangβ dan βPengalaman Pertamaβ. Didampingi dua vokalis cewek, Djaduk tampil di atas panggung mengenakan topeng, dan tak henti-henti mengajak penonton untuk terus bergoyang.
Penampilan Orkes Melayu Banter Banget ditutup dengan lagu βSajojoβ dari Papua. Penonton yang belum puas berteriak-teriak minta pertunjukan dilanjutkan. Namun, hari sudah larut malam. Mereka akan tampil lagi di hari ketiga atau terakhir, Minggu (30/8) malam ini waktu setempat.
(mmu/nu2)










































