Slamet Rahardjo dan Diplomasi Budaya ala 'Bandung Bondowoso'

Laporan dari Frankfurt

Slamet Rahardjo dan Diplomasi Budaya ala 'Bandung Bondowoso'

Is Mujiarso - detikHot
Kamis, 27 Agu 2015 10:55 WIB
Slamet Rahardjo dan Diplomasi Budaya ala Bandung Bondowoso
Slamet Rahardjo didapuk sebagai Ketua Komite Pertunjukan, Pameran dan Seminar (KPPS) Indonesia untuk Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 (Is Mujiarso/detiKHOT)
Frankfurt - Slamet Rahardjo minta tambah air panas untuk sisa irisan jeruk nipis dan daun mint. “Kurang banyak,” katanya ketika air di gelas yang disodorkan padanya tidak penuh. Mengenakan kemeja batik bermotif warna merah biru, Slamet sedang menikmati sore yang beranjak malam di Frankfurt.

Ia berada di antara para seniman yang diundang untuk beramah tamah di kediaman Konsul Jenderal Indonesia di Frankfurt, Wahyu Hersetiati, Rabu (26/8). Mereka akan mengisi acara di panggung Indonesia di Meseumsuferfest, yang dibuka Jumat (28/8) hingga Minggu (30/8). Di tengah-tengah para penari, penyanyi dan penabuh gamelan itu, Slamet tak henti-henti menebar tawa lebar dengan cerita-cerita lucunya, yang dituturkan dalam bahasa Jawa.

“Saya ini cuma ngompor-ngompori mereka,” katanya. Lalu, dengan nada lebih serius ia menambahkan, “Saya mengkoordinasi mereka. Saat ini saya didapuk sebagai Ketua Komite Pertunjukan, Pameran dan Seminar (KPPS) Indonesia untuk Frankfurt Book Fair (FBF) 2015."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia ditunjuk sebagai Tamu Kehormatan di FBF 2015, dan memanfaatkan berbagai perhelatan lainnya untuk memperkenalkan seni dan budaya, termasuk Museumsuferfest. Ini merupakan salah satu festival seni budaya tahunan terbesar di Eropa, yang digelar di sepanjang Sungai Main, Frankfurt.

“Kita berhasil meyakinkan panitia, bahwa Indonesia akan serius dan memberikan sesuatu yang tidak biasa. Kita diberi panggung yang besar. Bila panggung lainnya ukuran sepuluh kali sepuluh meter, maka untuk kita nanti delapan kali seratus meter!” tutur Slamet.

Kabar gembira lainnya, ketika tim yang dipimpin oleh aktor senior tersebut mengirimkan video yang berisi gambaran tentang penampilan seniman-seniman Indonesia di Museumsuferfest nanti, walikota Frankfurt pun terkesan.

Slamet menegaskan, ini semua bukanlah kerja instan. Walaupun diakui bahwa berbagai persiapan baik untuk kehadiran sebagai Tamu Kehormatan di FBF 2015 maupun Museumsuferfes relatif singkat, namun proses diplomasi yang mendahuluinya cukup panjang.

“Kita punya legenda Bandung Bondowoso yang membuat candi dalam semalam. Orang cuma lihat semalamnya, padahal dia puasanya empatpuluh tahun,” tutur Slamet. Orang-orang yang mengelilinginya pun tertawa tergelak. Sore telah berubah malam. Slamet bangkit dan menambahkan lagi, kali ini dilakukannya sendiri, air panas ke dalam gelasnya.

(mmu/ich)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads