Ina merupakan salah satu dari 8 perempuan yang mempersembahkan pertunjukkan monolog dan yang mengisahkan biografi dari para perempuan Indonesia. Pentas ini melibatkan mereka yang berlatar belakang profesi berbeda.
Seperti Jais Darga (art dealer), Tience Sumartini (pilot), Renitasari Adrian (program direktur), Ina Febriana (atlit taekwondo), Ati Sriati (penyanyi seriosa), Eka Siwi (office girl), Bunda Iffet (manager), dan Happy Salma (seniman).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertunjukkan ini dibuka oleh penampilan Renitasari Adrian sebagai program director Bakti Budaya Djarum Foundation. Ia berpakaian bak sosialita dengan membawa tas mahal dan kantong belanjaan berisi bahan masakan.

"Aku senang menjadi koki untuk anak-anak dan suamiku. Memasak buatku bukan hanya mengolah untuk makanan yang enak tapi proses membuat makanannya," ujarnya membacakan dialognya.
Lakon masih dilanjutkan dengan menceritakan bagaimana Renitasari sebagai perempuan sukses yang berhasil membangun karir dari bawah. Sehingga memiliki suaminya yang sama-sama saling menghargai kesetaraan gender.
Renitasari menceritakan ini pertama kalinya ia tampil di atas panggung dan menarasikan kisahnya di hadapan banyak orang. "Meski durasi yang diberikan tidak terlalu panjang namun menjadi tantangan tersendiri bagi saya," katanya di Galeri Indonesia Kaya, Minggu lalu (20/4/2014).
Lain lagi dengan Eka Siwi yang berprofesi sebagai office girl yang sedang hamil. Dengan berpakaian seragam kerjanya dan membawa sapu, ia justru menceritakan kisahnya dengan satir dan justru membuat penonton tertawa.
Serta Bunda Iffet yakni manager band Slank yang menceritakan perjalanan perkawinannya dengan suami selama 53 tahun dan kisah anaknya yang terjerat narkotika. "Saat itulah kesabaran saya sebagai ibu dipertaruhkan," katanya usai pentas.
Selama 1,5 jam, para penonton melihat berbagai konflik dari sudut pandang kedelapan perempuan ini. Melalui monolog, para perempuan diajak mengemukakan apa dan bagaimana sesungguhnya menjadi perempuan. Serta memaknai tubuhnya sebagai ibu, karir wanita di ruang publik, dan bagaimana memaknai kehadiran lelaki yang menjadi pasangannya.
(tia/utw)










































