Sejumlah Arsitek Buat Petisi Selamatkan Menara Eiffel Ala Rusia

Sejumlah Arsitek Buat Petisi Selamatkan Menara Eiffel Ala Rusia

- detikHot
Sabtu, 22 Mar 2014 14:13 WIB
Sejumlah Arsitek Buat Petisi Selamatkan Menara Eiffel Ala Rusia
Jakarta - Sejumlah desainer dan arsitek, melayangkan surat kepada Presiden Valdimir Putin untuk menyelamatkan menara Shukhov di Moscow, Rusia. Shukov kini memang hanya menjadi menara televisi di Moscow. Menara itu dibangun oleh salah seorang insinyur pelopor di Rusia, Vladimir Shukov, selama perang sipil Rusia.

Para arsitek sepakat jika saja menara itu berada di luar negeri, diperkirakan akan menjadi daya tarik wisata. Shukov disebut sebagai contoh ideal konstruksi arsitektur di Rusia. Malah ada pula yang menyebut Shukov sebagai Menara Eiffel-nya Rusia.

Di Moskow, di mana banyak bangunan arsitektural yang mulai bobrok, menara setinggi 160 meter itu juga terancam akan dihancurkan akhir bulan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak arsitek modern yang terpengaruh menara ini, di antaranya adalah Lord Foster. Foster adalah arsitek yang membuat pencakar langit Gherkin di London yang juga menggunakan banyak kisi-kisi diagonal.

"Shukov ini adalah bangunan yang luar biasa indah dengan sejarah yang luar biasa," kata Foster saat menara itu sempat direncanakan akan direstorasi pada tahun 2010, seperti dilansir The Guardian (20/3/2014).

Kini ketika rencana penghancuran menara itu sudah mulai disiapkan, sejumlah arsitek ternama seperti Rem Koolhaas, Tadao Ando dan Kengo Kuma, ikut menandatangani petisi kepada Presiden Vladimir Putin.

Petisi itu berisi berisi permintaan untuk membatalkan penghancuran menara itu pada 24 Maret mendatang. Para arsitektur itu berargumentasi bahwa Shukov yang telah bertahan melawan waktu, punya pengaruh yang besar dalam hal desain layak dipertahankan.

Selama ini konstruksi yang disebut hiperboloid yang ada di Shukov, sudah sering dipergunakan untuk tanki air, menara listrik, gardu listrik dan bahkan juga menara komunikasi.

"Ini menjadi salah satu dari simbol Moscow, salah satu karya enginering terbesar dari abad 20, dan masih jadi pengaruh arsitektur di seluruh dunia," demikian sebagian dari isi petisi itu.

Menara itu jadi saksi sejarah, sebagai menara penyiaran televisi sejak selesai dibangun pada tahun 1922. Sejak televisi itu berhenti siaran pada tahun 2002, menara itu beralih fungsi menjadi menara komunikasi dan tertutup untuk turis dan pengunjung.

Kementerian Komunikasi menyatakan kekhawatirannya jika menara itu tetap dipertahankan, akan suatu saat akan roboh dan menimpa rumah-rumah penduduk disekelilingnya.

Namun tersiar kabar pula bahwa alasan rencana penghancuran menara itu adalah karena di tanah tempat berdirinya itu kini jadi lahan yang tergolong termahal di Rusia. Oleh pihak tertentu rencananya pasca penghancuran akan dibangun gedung 50 lantai di lahan tersebut.

Padahal sejumlah ahli dari Melnikov Central Research and Design Institute of Steel Structures meyakinkan bahwa
karena kekuatan konstruksinya, menara itu masih jauh dari keropos. Jika robohpun diprediksi arahnya tak akan membahayakan penduduk.

"Menakjubkan bahwa setelah lebih dari 100 tahun tanpa renovasi, Shukov tetap berdiri," kata Yury Volchok, profesor di Moscow Architectural Institute yang telah mendaftarkan proyek untuk merestorasi menara sekaligus merencanakan infrastruktur untuk wisatawan.

Vochok yakin menara ini harus dilestarikan agar bisa dipelajari baik pelajar maupun arsitek profesional. Pasalnya ini adalah salah satu bangunan pertama yang menggambarkan tren modern yang mengusung "elemen linear untuk menciptakan ruang non-linear.'






(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads