"Dulu di setiap daerah bisa dibilang ada perwakilan kantor fiateli, namun dengan seiring menurunnya minat terhadap filateli maka kini setidaknya hanya ada satu kantor filateli, yaitu di Jakarta." Dulu kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, Pekanbaru pun memiliki kantor filateli mereka sendiri-sendiri.
"Peminatnya memang berkurang, jadi sekarang hanya ada yang di Jakarta ini. Karena kebetulan di Jakarta peminatnya juga masih banyak." Kini menurut Muhammad di Jakarta ada sekitar 300 anggota yang aktif berlangganan membeli prangko setiap keluaran terbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya dengan menerbitkan prangko Prisma yang bisa diisi potret diri peminatnya, mengadakan pameran, menjaring komunitas dan lain sebagainya. Kemudian Muhammad juga menjelaskan bahwa tahun 2014 ini prangko genap berusia 150 tahun di Indonesia.
"Ini jatuh pada tanggal 1 April 2014, PT. Pos Indonesia sendiri akan menerbitkan prangko khusus untuk merayakan ini. Akan ada juga pameran filateli gabungan dari beberapa negara."

Ada juga lomba untuk mendesain prangko. Pada dasarnya desain-desain prangko ini dikerjakan oleh PT. POS Indonesia, "Kebetulan ahli desainnya adalah manajer filateli, beliau juga dalam mendesain bekerja sama dengan beberapa fakultas seni rupa di Indonesia."
Setahun sekali, Dirjen Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan lomba desain prangko. "Misalnya dalam setahun kita sudah tahu akan menerbitkan berapa prangko yang terbit, beberapa diantaranya akan dibuka untuk lomba."
Pada tahun Pemilu ini, baru rilis juga prangko yang diterbitkan oleh Komite Pemilihan Umum (KPU) untuk turut meramaikan pemilu.
(ass/utw)











































