Bolehlah kita sedikit mengkhayal, kapan ya koleksi foto selfie kita bisa di cetak pada prangko, atau bahkan dimuat di uang kertas? Untuk uang, bisa dibilang mustahil. Tapi untuk dimuat di prangko, ini sudah jadi kenyataan!
Pasalnya PT. Pos Indonesia telah menyediakan layanan yang disebut sebagai Prisma, atau kepanjangan dari Prangko Identitas Milik Anda. Maksudnya? Kita bisa memampang wajah kita, teman atau juga keluarga kita di dalam prangko. Mungkin ini masih biasa yang paling seru ialah prangko ini sah jika kita akan gunakan untuk berkirim surat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang ya, tak kenal maka tak sayang, ternyata model prangko jenis 'personalised stamp' ini pertama kali diperkenalkan oleh Australia Post pada tahun 1999. Indonesia sendiri sudah mulai kembangkan ini sejak 2001.
Prangko prisma yang bisa didapatkan dengan harga mulai Rp. 28 ribuan ini, hanya memerlukan file foto digital kita untuk dicetak di atas prangko. Tak perlu menunggu lama, hanya dalam waktu beberapa menit, prangko Anda sudah jadi. Selain foto selfie, kita juga bisa gunakan karya fotografi atau desain untuk dicetak.
Pada ajang pemilu seperti ini, beberapa parpol dan calonnya juga mencoba moda prangko prisma ini sebagai pilihan dalam mengirim pos. Selain itu, beberapa perusahaan juga menggunakan opsi ini, dengan memakai logo perusahaan mereka pada prangko.
***
Prangko dan benda pos mungkin dianggap tak menarik, praktis atau efisien lagi bagi sebagian orang. Ini pun membuat semua lini surat-menyurat, termasuk prangko ikut lesu. Tapi, dengan adanya Prisma setidaknya minat masyarakat bisa kembali timbul. Ada banyak cara dari PT. POS Indonesia, agar prangko tetap digemari.
Salah satunya pada tahun 1998, ada program bernama Satu Juta Prangko. Disini PT. Pos mencanangkan target penjualan prangko hingga angka satu juta. Para karyawan di PT. POS Indonesia pun harus turut serta menyukseskan program ini.
"Maka pegawai pos di seluruh Indonesia diwajibkan untuk mengkoleksi prangko." Termasuk Tugiono sendiri, hingga kini ia telah memiliki empat album prangko. "Saya sendiri tadinya tidak tertarik, tapi dengan rajin ikut pameran, kenal dengan komunitasnya, jadi memang tertarik mengkoleksi prangko."
(ass/utw)











































