Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara itu bilang, dia ingin mengawali 2014 dengan aura kehidupan yang lebih positif. Dimana tahun ini juga merupakan tahun politik bagi Indonesia.
"Saya ingin memulai tahun yang optimis. Apalagi, bertepatan sebentar lagi kita akan Pemilu presiden," kata Romo Mudji di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Rabu (8/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romo Mudji berusaha menyampaikan pesan perdamaian lewat garis abstrak, juga catatan-catatan yang diselipkan di beberapa sketsa. Seperti pada karya berjudul Irama Esensi, ada tulisan kecil berbunyi 'stupa = cupala = kubah, sama esensi?'.
"Pesannya adalah mengajak Indonesia yang majemuk ini menyatu pada spiritualitas yang memuliakan hidup. Ini tahun politik, saya berharap semua damai dan berjalan berdampingan," ujarnya.
Semua karya sketsa ini lahir dari perenungan rasa yang sama ketika ia berada di dalam Gereja Katedral, Mesjid Istiqlal, dan Candi Borobudur. Sebuah spiritualitas seirama yang kemudian memunculkan gairah keindahan.
(fip/utw)










































