Akankah Seni Bertahan di Detroit?

Ramalan Tren Dunia Seni 2014 (3)

Akankah Seni Bertahan di Detroit?

Astrid Septriana - detikHot
Rabu, 08 Jan 2014 10:39 WIB
Akankah Seni Bertahan di Detroit?
Jakarta - Sepanjang bulan Desember 2013 lalu, seni di Detroit bisa dibilang berada di ujung tanduk. Untuk menolong kota ini dari kebangkrutan beberapa pihak mengemukakan usulan untuk menjual semua aset seni yang dimiliki oleh kota Detroit.

Aset seninya yang ada di Detroit Institute of Arts, tak tanggung-tanggung, ada karya dari Bruegel, Picasso, Van Gogh dan masih banyak lagi. Semua dirangkum hingga ditafsir akan mencapai US$ 866 juta.

Uang ini diniatkan untuk membayar uang pensiun para pensiunan di Detroit. "Hanya itulah sumber dana yang dimiliki kota Detroit sekarang ini," ujar seorang filantropis, Paul Schaap dilansir dari ABC News (07/01/2014). Beberapa pihak menolak ini, dengan caranya masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan seniman di Heidelberg Project justru membuat banyak instalasi dari rumah-rumah terlantar yang telah ditinggal penghuninya di Detroit. Mereka mempercantik bangunan dengan ragam kreasi seni, yang akhirnya berwujud seperti pameran seni terbuka. Meski Aksi ini telah menerima delapan kali teror berupa pembakaran karya.

Kepala kurator di Heidelberg Project, Lisa Rodriguez, menyatakan pandangannya. "Melihat sejarah, seni selalu memiliki dampak, ada yang merusaknya, mencurinya, atau kini bahkan membakkarnya, Ini memang menyeramkan tapi sekali lagi ini membuktikan seberapa kuat pesan yang dikandung seni itu. Ini adalah pernyataan besar bagi kami."

Beberapa pihak lainnya coba mencegah penjualan lukisan ini dengan hadir di persidangan dan meminta tak ada satu pun karya seni aset Detroit yang boleh dijual.

Masih ada harapan bagi seni di Detroit. Pihak museum dan orang-orang yang menolak aset seni mereka dijual, berharap ada seorang dermawan yang hendak meminjamkan uang hingga US$ 500 juta, dengan imbalan kepemilikan museum.

Jika ada yang menyutujui ini rencananya institusi akan menjadi sebuah lembaga independen non-profit, tidak lagi menjadi milik pemerintah.

Perlu diketahui, beberapa galeri di kota ini tutup di sepanjang bulan Januari. Sebagian tutup hingga Maret nanti. Tapi semangat seniman seolah sulit pudar, di kota yang dianggap mati ini akan digelar beberapa acara seni dalam sebuah galeri.

Berikut detikHOT sajikan tiga acara seni yang akan diadakan di Detroit.

GILDED

Pameran berjudul Gilded ini akan dilangsungkan pada 10 Januari hingga 22 Februari 2014 di Whitdel Arts, Detroit.

Pameran ini terinspirasi dari Gilda Snowden, seorang seniman lokal yang menjadi legenda di Detroit.

Gilda sendiri tumbuh dan berkembang di kota itu, hingga akhirnya kiprah seninya diakui di seluruh dunia. Gilda tak pernah meninggalkan akar dari kota Detroit, dalam karyanya ia selalu berusaha menebar energi positif dan serunya berkreasi kepada para murid dan komunitas sekitarnya.

Pameran yang dikurasi oleh Craig Paul Nowak dan Alonso Del Arte, memamerkan beberapa karya seniman internasional yang memberi penghormatan pada sosok Gilda.

Pameran ini juga akan memampang karya dari murid Gilda, Austin Brady and Fatima Sow. Mereka merasakan didikan dan instruksi dari Gilda namun terbukti mampu membuat karya yang hasilnya sangat berbeda satu dengan lainnya.

313 Photography Show

Kota Detroit berdiri pada tahun 1701, artinya pada tahun 2014 ini kota tersebut berusia 313 tahun.

Demi menghormati hari jadi kota ini, sejumlah fotografer mengadakan pameran bertajuk 313 Photography Show.

Pameran yang akan berlangsung pada 6 Juni hingga 12 Juli 2014 ini akan berlangsung di Detroit Artists Market.

Hal unik lain mengapa penting merayakan ulang tahun ke 313, adalah karena kode area telefon dari Detroit itu adalah 313.

Dirty Show 15

Ini merupakan pertunjukan erotis yang akan dilangsungkan di Berts Warehouse Theater, Detroit.

Disini salah satu bintang kenamaannya Michelle Tanguay akan kembali tampil setelah absen sejak 2012. "Ini 100% seni, bukan porno," kata Jerry Vile, pembuat acara ini.

Acara ini akan diselenggarakan pada 7-15 Februari 2014. Acara ini akan mengkolaborasikan karya lukis, ilustrasi, fotografi, seni multi dimensi dan performans.

Halaman 2 dari 4
(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads