Seperti contohnya Ika Kristin Diana yang baru mendirikan usaha penerbitan PT. Kunci Media Utama, 8 bulan lalu. Wanita berusia 23 tahun ini datang ke pameran karena ingin survei pemasaran dan menjaring relasi.
"Saya baru bikin indie publishing bulan Maret 2013. Kesini ya ingin lihat-lihat buku bagus sekalian survei buku apa yang lagi digemari," kata kata Diana di Istora Senayan, Rabu (6/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diana bercerita, awal ketertarikannya berbisnis dimulai dari rasa cinta kepada buku. Dari situ, dia mengajak seluruh keluarga membangun bisnis yang modalnya hanya Rp 6 juta itu.
"Saya ajak keluarga. Adik saya bisa desain cover, kakak saya bagian pemasaran. Saya sendiri ikut turun ke lapangan," ujarnya.
Diana menilai prospek bisnis penerbitan sangat bagus. Hal itu terlihat dari tingginya animo masyarakat untuk membuat buku genre apapun.

Hanya saja, keinginan tersebut kadang 'dimentahkan' penerbit besar dengan segudang kualifikasi serta proses seleksi yang ketat.
"Disitulah celah indie publishing untuk memberi kesempatan bagi mereka yang ingin membuat buku. Tapi, kami juga tidak asal menerima naskah. Ada seleksi yang mengedepankan kualitas," kata Diana.
(utw/utw)











































