Wanita berusia 39 tahun ini bahkan mendirikan Klub Origami Indonesia (KOI) sejak bulan April tahun 2006. Awalnya, karena ia berhenti bekerja dan mengisi waktu luang sebagai ibu rumah tangga.
"Berawal dari situ lalu ada dua teman saya yang mendorong dan membantu untuk mewujudkan pendirian KOI," kata Linda kepada DetikHOT, Senin (9/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran itulah, Linda memberanikan diri membuat klub origami sekaligus memberikan sosialisasi seputar kesenian yang berasal dari Jepang tersebut.
"Saya melihat ini adalah sebuah tantangan agar lebih banyak lagi orang mengetahui (origami), melakukan, dan merasakan manfaatnya," ujarnya. .
Salah satu hal unik, keanggotaan klub origami ini tidak bersifat mengikat, melainkan informal. Siapa saja boleh bergabung dan mengikuti berbagai workshop yang diadakan secara berkala di seluruh Indonesia.
Untuk biaya keanggotaan, tidak diberlakukan sama sekali. Kecuali jika ada workshop, maka dipungut biaya pengganti dana operasional. Itu pun masih dalam nilai yang terjangkau.
"Kami saat ini belum membuka secara khusus keanggotaan secara formal, tapi yang sudah mengikuti workshop origami lebih dari 10.000 orang di berbagai tempat yang tersebar di Indonesia," kata Linda.
"Karena tidak ada keanggotaan khusus yang formal atau resmi, kami tidak memungut biaya pada siapapun yang bergabung di kegiatan kami, kecuali jika acara workshop dan ada teman-teman yang mengikuti maka biasanya ada dana yang ditentukan sebagai pengganti dana operasional," lanjutnya.
Selain workshop, ada juga kegiatan berkumpul dengan sesama pecinta origami, lalu bersama-sama membuat kreasi unik, ikut serta dalam berbagai acara, booth activity, dan menyelenggarakan seminar serta pelatihan origam
(fip/tia)











































