Hampir semua mata tertuju ke panggung itu. Mungkin merasa takjub dan bertanya-tanya, "Apa enggak pusing ya?". Karena memang benar, si penari tampak menikmati putaran tanpa sedikit pun lunglai atau terjatuh.
Selama 20 menit disuguhi penampilan tersebut, banyak yang merasa kagum. Inilah tarian sufi atau yang di Eropa disebut whirling dervishes Rumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasullullah dan para sufi gemar menari ini sambil dzikir dan shalawat. Dalam jalan sufi, tarian inilah jalan cinta kepada Allah. Kami menari menyebarkan cinta dan shalawat nabi," kata penari sufi dan pemilik Zawiyah Pondok Rumi, Workshop Whirling Dervishes Rumi & Sufi Meditation Center Arief Hamdani kepada detikHOT, Senin (22/7/2013).
Dia menjelaskan, tarian sufi bukan sekedar bergerak secara fisik, tapi juga hati dan kecintaan kepada Tuhan. Bisa pula disebut sebagai jalan dakwah untuk menyebarkan kebaikan dan rasa cinta.
"Kalau saya putarkan lagu atau nyanyian shalawat di mal-mal tanpa gerakan, orang akan lewat begitu saja. Tapi, begitu bershalawat dengan gerakan, tarian, semua orang akan tertarik mendekat ingin tahu dan lihat," ujarnya.
Arief mengungkapkan, ada begitu banyak manfaat dari menari sufi. Disamping dakwah, tarian ini ternyata mampu meredam ego seseorang. Ya, karena bacaan-bacaaan zikir yang selalu dilantunkan mengandung energi positif.
Penasaran ingin melihat tarian sufi? Anda bisa menyaksikannya di Grand Indonesia Shopping Town tiap Sabtu dan Minggu selama bulan Ramadhan, pukul 16.30 WIB. Gratis tanpa dipungut biaya.
(utw/utw)











































