Ketika itu Repvblik baru saja manggung di kawasan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Rombongan berniat kembali ke Jakarta dengan menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 637. Menurut Chanafi Pane, manajer band Repvblik, kejadian bermula ketika terjadi salah paham saat penimbangan bagasi.
Sejumlah kru ditegur oleh karyawan Lion Air karena dianggap terlalu kasar ketika meletakkan sejumlah barang di atas timbangan. Kru yang ditegur pun merasa kalau mereka sudah tepat meletakkan barang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani dan karyawan tersebut dipisahkan oleh kru Repvblik yang lain. Salah seorang kru Repvblik yang bernama Wira sempat meminta maaf kepada karyawan Lion Air tersebut. Namun ketegangan tidak berhenti hingga di situ.
Sesaat sebelum naik ke pesawat, Dani yang berjalan di urutan terakhir rombongan sempat ditarik oleh karyawan Lion Air yang menganggap permasalahan keduanya belum usai. Keduanya pun kembali adu mulut hingga vokalis band, Ruri, turut melerai.
Namun tiba-tiba, masih menurut Chanafi, ada salah seorang karyawan Lion Air memukul Dani. Aksi pemukulan itu pun akhirnya diikuti oleh karyawan Lion Air lainnya.
"Pelaku kurang lebih ada 9 hingga 10 orang," jelas kuasa hukum band Repvblik, Ferry Amahorseya, ketika menggelar jumpa pers bersama para personel band dan sejumlah kru di restoran Just Steak, Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2008).
Menurut Ferry ada 3 kru yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Pihak Repvblik pun sudah melayangkan somasi kepada manajamen Lion Air 1 September 2008 untuk meminta penjelasan dan pertanggung jawabannya terkait insiden tersebut.
Bukan hanya karyawan maskapai Lion Air yang dituding Repvblik melakukan tindakan tidak profesional. Pihak manajemen bandara Fatmawati Bengkulu pun dituduh membiarkan pengeroyokan tersebut.
"Security bandara bukannya melerai kejadian tersebut, tetapi malah menjaga rombongan kami, sehingga mereka bebas memukuli teman-teman kami," pungkas Chanafi.
Ngobrolin kasus pemukulan Repvblik lebih lanjut? Gabung di sini aja.
(fjr/fjr)











































