Mengetahui ayahnya mendapat teror, Maia pun mengaku geram. "Jadi orang yang gentle (Jantan-red) dong, nggak usah bawa-bawa orang lain," cetus Maia ketika ditemui di lapangan sepakbola Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/7/2008).
Kali ini emosi ibu 3 anak itu memang sepertinya tidak dapat ditahan lagi. Sejumlah pesan singkat atau Short Message Service (SMS) yang diterima ayahnya memang bernada kasar dan melecehkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selesaikan berdua saja, nggak usah pake bawa-bawa infotainment segala," ujarnya. (fjr/fjr)











































