Saksi tersebut adalah Welly, kru studio milik Dhani. Ia mengaku sebagai orang yang membukakak pintu gerbang rumah ketika Maia datang.
Sekadar informasi, kisruh Maia dengan Dhani terjadi 15 Juli silam (bukan 21 Juli-red) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu Maia datang untuk mengajak anaknya, Al, yang sudah satu minggu bolos, untuk masuk sekolah.
"Mba Maia datang dengan kacamata hitam serta mulut bau alkohol. Dia ke kamar mandi terus langsung ke atas," tutur Welly saat ditemui di studio Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2008).
Welly kemudian melihat Dhani dan Maia kejar-kejaran di tangga rumah. "Mas Dhani menggendong Al, saya lihat Mba Maia itu jalan dalam keadaan sempoyongan, lalu dia jatuh dengan kaki tersungkur dan tangan kanannya menghantam pintu studio," urainya.
Kalau memang ada pemukulan terhadap Maia, Welly mengaku tak tahu. Hal senada juga diungkapkan Taspiah, pengasuh anak-anak Dhani-Maia. Saat kejadian Taspiah berada dalam kamar Al, El dan Dul.
"Mba Maia langsung ngambil Al dari kasur. Mas Dhani dengan sigap mengambil Al duluan. Mba Maia jongkok narik kaki Al, Mas Dhani minta Mba Maia keluar, nanti anak-anak sekolah. Tapi Mba Maia tetap narik kaki Al, tangan Mba Maia disingkirkan pakai kaki Mas Dhani. Tapi nggak kasar cuma disingkirkan aja pakai kaki," urai Taspiah soal kejadian di pagi hari itu.
(eny/eny)











































