Buntut dari keinginannya untuk mendapatkan biaya hidup anaknya, Machica disebut sebagai perempuan matrealistis oleh berbagai pihak. Mendengar anggapan miring itu, Machica tidak tinggal diam.
"Ada yang bilang gitu, tapi saya bukannya matrealistis. Saya hanya memperhatikan masa depan Iqbal, dia semakin dewasa dan butuh biaya untuk kebutuhannya," jelas Machica kepada detikhot melalui telepon genggamnya belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya berapa nominal biaya nafkah Iqbal, Machica menolak menyebutkannya. "Lagi pula saya belum ketemu dia (Moerdiono-red) dan belum membicarakannya sekarang ini," alasannya. (ebi/ebi)










































