"Sebelumnya gambar bintang iklan operator seluler itu sama seperti yang termuat di sejumlah media, yakni seorang wanita cantik berpakaian seksi dan ketat. Tapi oleh warga iklan itu di protes karena dianggap seronok," jelas Martha Ardival, warga Banda Aceh.
Karena mendapat protes keras warga, Pemkot Banda Aceh kemudian menurunkan papan bilboard tersebut akhir 2007 lalu. Setelah dilakukan negosiasi antara pemasang iklan dan Pemkot, akhirnya disepakati, model iklan yang terpajang boleh saja mengenakan pakaian seksi, tapi dengan catatan model yang berpose di iklan tersebut harus mengenakan jilbab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































