Saat ditemui di kediamannya, Jl Raya Bogor RT 10 RW 8 No 9, Kelurahan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Aden terlihat cukup tegar bersama sahabatnya, Isa dan Melky. Aden mengaku ikhlas menerima semua ini.
Ibu Aden memang sempat dirawat di rumah sakit selama 50 hari. Namun karena kondisinya yang tidak mengalami perubahan, Aden dan keluarga memutuskan membawa ibunya ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum meninggal, ibunda Aden juga pernah berpesan ke Lilis (Adik Aden paling kecil, red). Ibunya ingin meninggal dirumah.
Mamah dan Lilis memang sangat dekat sekali. Bahkan, Lilis sampai harus berhenti dari kerjanya untuk menunggu sang ibunda dirawat di rumah sakit.
Bukan hanya keluarga yang menemani Mamah Salamah hingga tempat peristirahatan terakhir. "Kita juga nemenin Aden mendampingi Ibunya sampai nafas dan peristirahatan terakir," sambung Isa kepada detikhot.
Salah satu harapan Mamah yang belum tercapai adalah ingin naik pesawat. Selain itu, pemilik nama lengkap Raden Asep Saefuloh itu juga sempat dipesan oleh ibunya agar lebih sering pulang kerumah, rajin menabung untuk membeli rumah dan membuka usaha serta menikah.
Isa dan Melky berserta keluarga turut hadir menemani Ibunda Aden hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Selamat Jalan mamah Salamah. (rac/mly)











































