Alhasil Dewi Persik pun dicekal. Tangerang dan Bandung, adalah dua kota yang menilai penampilannya terlalu sensual. Kata pedangdut bersuara serak itu, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault bahkan sempat menelepon dan menegurnya. Ia menganggap selera berbusana dan sikap cuek Dewi terhadap kecaman Walikota Tangerang berpotensi merusak generasi muda Indonesia.
Melunak, Dewi mengisyaratkan ia bersedia mengubah penampilan. "Dandanan selama itu positif enggak apa-apa. Saya akan tetap menjadi Dewi Persik apa adanya. Aksi panggung tetap, tapi balik lagi ke klien saya yang mengundang. Saya juga nggak akan egois lagi," ujarnya ketika ditemui di sebuah restoran di Jl Sabang, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi pun kembali meminta maaf jika dua aspek dalam dirinya itu dianggap telah melanggar nilai-nilai sosial dan keagamaan di sejumlah kalangan. "Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada ulama, ustad, ustadzah dan kepada ahli agama. Kepada penggemar saya juga yang sudah kecewa dengan saya," imbuhnya.
Apa alasannya mengalah karena ditekan pihak tertentu? "Nggak ada penekanan dari siapapun, saya hanya sadar kalau manusia pasti tidak sadar dengan kesalahan yang pernah dilakukannya," pungkas Dewi. (fjr/dit)











































