"Sampai saat ini saya belum menerima (rekam medik .red) mas. Saya sekarang masih di rumah akan menuju ke kantor," ujar dokter Rutan Medaeng, dr Moch Arifin, saat dihubungi detikhot, Selasa (11/3/2008).
Arifin menegaskan menghantarkan napi ke rumah sakit perlu izin khusus dari pimpinan. "Hingga saat ini saya belum bisa memberikan keterangan apakah Roy perlu dibantarkan atau tidak. Karena semua itu harus menunggu izin dari pimpinan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, Senin (10/3/2008) kemarin, Roy Marten yang mendekam di Rutan Medaeng, didatangi Tim Dokter Bagian Psikiatri RS Dr Soetomo Surabaya. Hasil pemeriksaan itu, kondisi fisik maupun mental Roy dinyatakan membutuhkan perawatan lebih intensif. Hal ini, akibat pengaruh narkoba yang selama ini dikonsumsinya. Selain itu, kondisi jiwa Roy juga dipengaruhi beban psikologi serta lingkungan selam di rutan Medaeng.
"Kalau Roy Marten dibantarkan ke RS kami siap menampungnya dan bertindak secara profesional," ujar Dr Soetjipto, tim dokter bagian Psikiatri RS Dr Seotomo Surabaya. (roi/yla)











































