Rieke 'Oneng' Tinggalkan Gus Dur Bukan Karena Uang

Rieke 'Oneng' Tinggalkan Gus Dur Bukan Karena Uang

- detikHot
Kamis, 06 Mar 2008 15:55 WIB
Rieke Oneng Tinggalkan Gus Dur Bukan Karena Uang
Jakarta - Fenomena artis terjun ke dunia politik di Indonesia sudah bukan hal yang asing lagi. 'Si Doel Anak Sekolahan', Rano Karno sudah resmi menjadi Wakil Bupati Tangerang, sedangkan aktor laga Dede Yusuf kini mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.

Sebelum kedua seleb di atas terjun ke arena politik, Rieke Dyah Pitaloka yang lebih dikenal sebagai Oneng telah terjun lebih dulu ke panggung politik praktis. Rieke 'Oneng' sempat bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh Gus Dur.

Namun belakangan 'Oneng' 'meninggalkan' Gus Dur dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) yang dipimpin Megawati Soekarno Putri. Rieke pun menegaskan kalau keputusannya 'meninggalkan' Gus Dur bukan karena alasan uang.

"Saya pindah ke PDI-P bukan karena untuk cari kerjaan atau nyari uang, kalau mau nyari uang mah saya jadi MC aja di luar sana, bayarannya lebih gede. Saya pindah memang karena dorongan hati nurani saya," ketus Rieke ketika ditemui detikhot di sebuah acara diskusi di Jl Tirtayasa Raya No. 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/3/2008).

Komentar Rieke tersebut menjawab pertanyaan yang seorang undangan yang menyebutkan kalau alasan dirinya pindah ke PDI-P dikarenakan faktor uang. Menurut presenter 'Good Morning' itu, ia tertarik bergabung ke partai politik karena ingin memperjuangkan idealismenya.

"Saya masih perihatin melihat nasib perempuan-perempuan Indonesia yang menurut saya masih banyak yang ditindas. Belum lagi angka kemiskinan dan kebodohan yang masih tinggi, jadi kalau saya terjun ke politik praktis saya lebih bisa memperjuangkan mereka-mereka itu," ujarnya bersemangat.

Walau tertarik dengan dunia politik, Rieke tidak menampik anggapan sejumlah kalangan yang menyebutkan banyak politikus-politikus yang hanya mengumbar janji dan korup. Rieke pun meyakinkan kalau ia tidak akan seperti itu.

"Yah mungkin mereka jadi politisi memang bukan karena hati nuraninya, tapi kalau saya mah memang karena dorongan hati nurani, lihat saja tampang saya," imbuhnya (fjr/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads