Ia bahkan terkenal dengan perilakunya yang urakan khas preman. Gito yang dulu terkenal sebagai James Brown-nya Indonesia itu dekat dengan narkoba selama 23 tahun.
Pria bernama lengkap Bangun Soegito Toekiman kelahiran Biak, 1 November 1947 itu kemudian lebih dekat dengan Tuhan menjelang tahun 1997.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar tahun 2005 Gito diketahui menderita penyakit kanker getah bening. Beberapa kali ia melakukan pengobatan di Singapura. Kendati penyakit terus menggerogoti, semangat hidup Gito sangatlah tinggi. Dalam keadaannya yang berkursi roda itu ia masih sempat melakukan syiar agama di banyak tempat.
Terakhir bersama rombongan pengajian Cici Tegal, Gito berangkat ke Padang, Sumatera Barat awal Februari untuk melakukan syiar Islam. Kendati dalam keadaan sakit, Gito selalu bersemangat.
"Saya sampai heran-heran lihat beliau itu sakit tapi semangat kalau ke acara agama. Beliau bilang saya cuma ikutin sunah Rosul," ujar Cici kepada detikhot via ponselnya, Kamis (28/2/2008).
"Ya cukup lega bisa pas akhir-akhir beliau udah hijrah ngomongnya udah benar-benar udah jadi panutan," jelas.
Kendati telah berada di jalan Allah, Gito tak pernah merasa dosa-dosanya telah terhapuskan. Bahkan ia merasa penyakitnya sebagai ganjaran yang pantas untuknya.
"Kalau penyakit ini, beliau anggap salah satu cobaan dari Allah. Beliau sellau melihat salah satu sarana menghapus dosa," tutur Camelia Malik seraya terisak ditemui di rumah sakit Pondok Indah.
Gito berpulang di rumah sakit Pondok Indah sekitar pukul 18.45 WIB. Hingga ajal menjemput ia didampingi sang istri tercinta Michelle juga sahabatnya Hengky Tornado beserta istri.
(yla/yla)











































