Oki Rengga Cemas Dampak Karhutla, Minta Penanganan Dipercepat

Oki Rengga Cemas Dampak Karhutla, Minta Penanganan Dipercepat

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Minggu, 25 Okt 2026 21:01 WIB
oki rengga
Oki Rengga Cemas Dampak Karhutla, Minta Penanganan Dipercepat. (Foto: dok Instagram okirengga33)
Jakarta -

Komika sekaligus aktor Oki Rengga menyuarakan keprihatinannya terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran kabut asap pekat yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Oki Rengga menuturkan keputusannya untuk bersuara berawal dari keraguan terhadap kabar yang menyebut situasi karhutla telah terkendali. Dirinya kemudian berinisiatif menghubungi rekannya secara langsung di Kalimantan Tengah guna memastikan keadaan di lapangan.

"Kemarin yang bikin aku jadi benar-benar merasa kayaknya omongannya gak benar nih. Aku WhatsApp langsung temanku yang ada di sana, aku cuma minta videoin kondisi terkini mereka saja," kata Oki Rengga saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari video yang dikirimkan kawannya, Oki Rengga melihat langsung kondisi udara yang tertutup kabut asap tebal. Rekaman tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial pribadinya agar mendapatkan perhatian dari pihak yang berwenang.

"Gak bisa lihat, kabut asap tebal segala macam. Maksudnya, kalau siapa pun yang bisa melihat itu, ya tolong segera ditangani," ucap Oki Rengga.

ADVERTISEMENT

Terkait keluhan pembatasan informasi soal karhutla, mantan pesepakbola itu menegaskan publikasi soal bencana tidak bermuatan tendensi negatif. Baginya, masyarakat dan public figure yang menyebarkan kabar lapangan semata-mata untuk mendorong langkah penanganan yang lebih cepat.

"Kalau seandainya ada pembatasan atau apa pun itu, ya kalau memang merasa semuanya baik-baik saja, gak ada yang harus dicemaskan. Kita menginfokan sesuatu yang kita rasa gak baik supaya ditangani. Gak ada tendensi apa pun," ujar Oki Rengga.

Oki juga memastikan tidak ada tuntutan lain di luar penyelamatan warga terdampak bencana lingkungan tersebut. Apabila penanganan berjalan optimal, polemik di ruang publik diyakini akan mereda dengan sendirinya.

"Buatku supaya orang tahu, terus ditanganin. Kalau ditanganin, selesai," pungkasnya.



(ahs/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads