Mantan suami selebgram Clara Shinta, Denny Goestaf, mengaku sudah setahun tidak bertemu dengan anaknya. Ia mengaku sedih karena tak bisa berkomunikasi langsung, bahkan saat sang anak berulang tahun.
"Ya itu ya sedihlah pasti kan gitu lho. Nggak bisa ketemu. Kemarin Agustus tanggal 10 dia ulang tahun, juga ya nggak bisa ngucapin saja nggak bisa saya gitu lho. Cuma saya kirim," kata Denny Goestaf di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
Denny membenarkan kesulitan menghubungi sang anak. Meski begitu, ia mengaku tetap mengirimkan hadiah melalui paket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, cuma saya kirim kado saja gitu lho, pakai paket. Ya begitulah maksudnya ini kan buat anak ya, kenapa dia kok alot banget gitu lho, hartanya diganggu gugat. Kan bukan ngambil, saya nggak ngambil loh gitu lho. Buat anaknya gitu lho," ujarnya.
Denny mengaitkan persoalan tersebut dengan konflik harta gono-gini. Ia mengaku ingin memastikan masa depan anaknya terjamin, terlebih kini usianya sudah menginjak 60 tahun dan memiliki sejumlah masalah kesehatan.
"Saya pengin nanti kalau bisa saya itu meninggal dengan tenang gitu lho," ungkapnya.
Ia mengklaim telah berniat memberikan seluruh hartanya kepada anak-anaknya dan ingin mengatur kepemilikan rumah atas nama sang anak setelah berusia 18 tahun.
"Nah, saya bilang, kan harta kan saya kasih ke semua deh 100%. Harta gono-gini saya nggak ikut (campur). Nah, dia saya ajak untuk, yuk ini nanti rumah jadiin atas nama dia pas umur 18 tahun, itu ke notaris gitu-gitu. Nah, haknya anak saya ini kayaknya nggak terima gitu lho, padahal saya kan niatnya baik ya," kata Denny.
Denny juga mengaku sempat meminta bantuan Pengadilan Agama untuk membahas hak anak. Ia kemudian mengadu ke Komnas Perlindungan Anak setelah mengaku diancam tidak boleh bertemu dengan sang anak.
"Tujuannya kan sebenarnya kan untuk membagikan haknya anak saya biar ditaruh gitu lho. Tapi dia tetap nggak mau," ujarnya.
"Nah, terus mengancam nggak boleh ketemu sama anak. Saya makanya waktu itu minta tolong itu ke Komnas Anak kan. Nah, akhirnya sekarang sudah setahun nih saya nggak ketemu anak," lanjutnya.
Denny menilai anaknya seharusnya tidak dilibatkan dalam konflik kedua orang tuanya. Ia berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui komunikasi.
"Jadi dia memang benar-benar kayak ditarik ulur, jadi alat gitu lho, anaknya dijadiin sebagai alat gitu. Padahal kan anak ini kan punya haklah, nggak bolehlah orang tua itu (seperti itu)," tuturnya.
"Nah, jadi ya sebenarnya kalau umpamanya dia ngomong baik-baik, yuk kita ngobrolin yuk masa depan anaknya gimana gitu. Harta-hartanya yang haknya dia kita kasih. Kan selesai," pungkas Denny.
Di sisi lain, Clara Shinta sebelumnya melaporkan Denny ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan tersebut tercatat pada 4 Juni 2026. Perseteruan keduanya disebut berkaitan dengan pernyataan Denny mengenai kehidupan pribadi Clara serta persoalan gugatan harta bersama di Pengadilan Agama.
Sementara itu, Clara sebelumnya menyatakan Denny tidak memberikan nafkah untuk anak mereka sejak perceraian. Ia mendesak mantan suaminya memenuhi kewajiban nafkah minimal Rp 5 juta per bulan sesuai putusan cerai. Adapun Denny mengaku aksesnya untuk bertemu anak dibatasi dan sempat mempertimbangkan langkah hukum terkait hak asuh.










































