Feby Febiola Lepas Status Selebritas Selama Tinggal di Bali

Feby Febiola Lepas Status Selebritas Selama Tinggal di Bali

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Selasa, 29 Sep 2026 16:08 WIB
Potret Feby Febiola
Feby Febiola menikmati kehidupan di Bali bukan sebagai selebritas. Foto: Instagram: @febyfebiola_
Jakarta -

Kehidupan aktris Feby Febiola mengalami perubahan yang cukup kontras sejak memutuskan menetap di Bali bersama sang suami, Franky Sihombing. Jauh dari hingar-bingar industri hiburan Ibu Kota, Feby melepas identitas keartisan demi membaur sebagai warga lokal di Pulau Dewata.

"Ya kan pada dasarnya saya manusia biasa aja gitu," kata Feby Febiola saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

Feby Febiola menegaskan profesi di dunia hiburan yang telah membesarkan namanya bertahun-tahun hanyalah sebatas pekerjaan semata. Ketika berada di luar sorotan kamera dan kembali ke kediamannya di Bali, ia tetap memposisikan diri selayaknya masyarakat biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalau selebriti itu kan karena pekerjaan aja. Aslinya ya orang biasa," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Alih-alih mengejar gaya hidup mewah, aktris berusia 48 tahun itu justru mengisi hari-harinya di Pulau Dewata dengan berbagai kegiatan positif. Bersama sang suami, ia lebih banyak memusatkan perhatian pada aktivitas pelayanan rohani untuk membantu sesama di lingkungannya.

"Di Bali saya dan suami itu ada pelayanan. Jadi kita berdua melayani gitu," terangnya.

Keterlibatannya dalam berbagai agenda keagamaan diakui Feby Febiola bukan semata-mata karena pertambahan usia atau pengalaman hidup yang pernah ia lalui. Menurutnya, kesadaran spiritual dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta merupakan esensi dasar yang semestinya dijalankan oleh setiap orang.

"Wah, sebenarnya kalau mendekatkan diri kepada Tuhan enggak harus menunggu umur sih, ya. Kayaknya memang itu kewajiban semua orang," ujar Feby Febiola.

Kesederhanaan hidup yang ditemukannya di Bali juga memberi pelajaran berharga bagi Feby Febiola mengenai arti penerimaan diri. Ia memandang kebahagiaan sejati tidak lagi diukur dari kepemilikan materi yang melimpah, melainkan dari kemampuan menghargai apa pun yang sedang dijalani saat ini.

"Dulu saya pikir bahwa bersyukur itu harus punya segala sesuatu, tapi ternyata bersyukur itu sangat sederhana sebetulnya, walaupun tidak sederhana dilakukan ya," pungkasnya.

(ahs/pus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads