Kena Doxing, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Berhenti Kerja Sementara

Kena Doxing, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Berhenti Kerja Sementara

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 29 Sep 2026 10:10 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual (Denny Putra/Tim Infografis)
Foto: Ilustrasi kekerasan seksual (Denny Putra/Tim Infografis)
Jakarta -

Pengacara korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret Betrand Peto, ANW, mengungkapkan kondisi kliennya setelah kasus yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya mencuat. ANW disebut kuasa hukum, memilih berhenti bekerja untuk sementara karena menerima banyak serangan dan doxing.

Eddy menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah ANW menerima banyak serangan dan doxing. Sementara korban lainnya, DYP, disebut masih tetap bekerja.

Thulus kemudian menjelaskan kondisi ANW setelah kasus tersebut mencuat. Menurut dia, ANW bahkan disebut sudah tidak lagi memikirkan hubungan dengan circle pertemanannya karena, untuk menjalani aktivitas sehari-hari saja masih merasa tidak nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Dia bergaul aja gak lagi setelah kejadian ini. Jadi boro-boro mikirin circle. Beneran. Kita ketemu aja kadang di tempat ramai dia tuh khawatir," ujar Thulus saat ditemui di LPSK, Jakarta, kemarin.

Thulus menambahkan, kondisi tersebut membuat pihaknya prihatin. Ia juga meminta agar proses hukum tetap menempatkan korban dan terlapor secara proporsional serta mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

"Yang pertama kita terapkan asas praduga tidak bersalah. Artinya apa? Pelaku tidak boleh dihakimi. Tapi juga korban jangan dihakimi dong," katanya.

Menurut Thulus, ANW merasa harus menghadapi dampak lain selain perkara yang dilaporkannya.

"Klien kami harus menderita dua kali. Pertama dia menderita sebagai korban, yang kedua dia menderita karena keterangannya tidak dipercaya, bahkan dia disalahkan atas peristiwa yang tidak pernah dia kehendaki," ujar Thulus.

Ia menegaskan, ANW memilih berhenti bekerja, bukan diberhentikan oleh tempat kerjanya.

"Jadi untuk menjalani aktivitasnya aja sampai saat ini dia belum bisa kembali ke kehidupan normal. Bahkan dia memutuskan untuk berhenti bekerja untuk sementara. Bukan diberhentikan, ya, dia memilih untuk berhenti bekerja karena dia tidak mau ini berdampak kepada tempat kerjanya atau berdampak kepada aktivitasnya sehari-hari," katanya.



(fbr/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads