Pertimbangkan Usia-Risiko Medis, Sinyorita Esperanza Setop Bayi Tabung

Pertimbangkan Usia-Risiko Medis, Sinyorita Esperanza Setop Bayi Tabung

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 28 Sep 2026 08:08 WIB
sinyorita
Pertimbangkan Usia dan Risiko Medis, Sinyorita Esperanza Setop Program Bayi Tabung. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Artis Sinyorita Esperanza memutuskan untuk tidak lagi menjalani program bayi tabung setelah mengalami keguguran calon anak keduanya. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan usia dan risiko medis dalam kehamilan.

Sinyorita mengalami keguguran pada 9 September 2026, saat usia kehamilannya sekitar enam menuju tujuh minggu. Ia mengatakan kehamilan tersebut merupakan hasil program bayi tabung keduanya.

"Satu dan lain hal memang kita enggak mau program lagi, karena kan sebenarnya juga sudah usia ya. Untuk kehamilan ini juga sebenarnya high risk-lah pastinya," kata Sinyorita saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kini memilih untuk tidak lagi menjalani program kehamilan berbantuan dan menyerahkan soal momongan kepada Tuhan.

"Sudah tinggal yang kayak ya sudah, sekarang sudah enggak ikhtiar buat program lagi. Balik lagi ya tinggal pasrahin sama Allah saja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sinyorita menyebut dirinya dan suami tidak ingin terlalu memaksakan keinginan untuk kembali memiliki anak. Mereka memilih menjalani kehidupan bersama keluarga kecilnya.

"Mungkin kalau buat Allah kan enggak ada yang enggak mungkin, tapi kita enggak yang ngoyo, 'Ya Allah, aku minta hamil lagi' enggak. Maksudnya kita sudah berusaha sabar ngejalanin saja bertiga ya sama suami, sama anak," tuturnya.

"Kalau misal Allah kasih amanah, ya itu mah bagaimana yang punya hidup kita saja," lanjut Sinyorita.

Program bayi tabung yang dijalaninya kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, Sinyorita juga menjalani IVF pada 2021 dengan metode embryo transfer langsung.

"Jadi kalau waktu itu bedanya bayi tabungnya kan embryo transfer-nya langsung. Kalau ini pakai yang metode freezing dulu, jadi embrionya di-freezing dulu," jelasnya.

Meski kehamilan tersebut berakhir dalam waktu relatif singkat, Sinyorita tetap bersyukur sempat diberi kesempatan mengandung calon anak keduanya.

"Kemarin sih alhamdulillah sudah sempat hamil gitu. Meskipun kadang kayak masih bertanya-tanya, 'Hah, kok bisa secepat itu ya?'. Tapi kan suami juga bilang, ya sudah memang rezekinya dikasih mengandung untuk calon anak yang kedua ini ya enam mau ke tujuh minggu itu," katanya.

Kini Sinyorita masih menjalani proses berduka setelah kehilangan calon buah hatinya. Ia mengaku sudah berusaha mengikhlaskan, meski sesekali masih merasa sedih ketika melihat orang lain tengah hamil.

"Ikhlas mah sudah mulai membesarkan hati gitu ya untuk lebih tabah dan ikhlas. Tapi ya namanya perempuan ya, sesekali kadang misalnya ngelihat ada orang hamil pasti nangis gitu," ungkapnya.

Sang suami juga terus memberikan penguatan kepada Sinyorita agar menerima peristiwa tersebut sebagai ketetapan Tuhan.

"Terus suami bilang juga, 'Ada sesuatu hal yang mungkin Allah enggak bisa menjelaskan, yang mungkin enggak bisa kamu pahami kenapa Allah ambil calon bayi kita. Tapi percaya Allah itu lagi nyelamatin kamu dari sesuatu'," cerita Sinyorita.

Ia mengaku dukungan suami dan anak sulungnya membuatnya semakin kuat melewati masa kehilangan tersebut.

"Ketetapan Allah itu pasti jauh lebih indah dari yang kita bayangkan," pungkasnya.



(fbr/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads