Luna Maya mengaku banyak memetik pelajaran hidup dari sang ibu, Desa Maya Waltraud Maiyer. Bagi Luna, ibunya merupakan sosok yang sangat autentik dan tak terlalu memedulikan penilaian orang lain.
"I think she's just being her, ya. She's authentic, dia gak peduli dengan orang lain, dia menjadi dirinya sendiri dan itu aku belajar banyak dari dia," kata Luna Maya di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Aktris berusia 43 tahun ini mengungkapkan dirinya sempat merasa malu dengan sikap santai sang ibu sewaktu ia masih remaja. Namun, pandangan tersebut perlahan berubah seiring bertambahnya usia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal-awal dulu aku takut, 'Ih, kok Ibu gini banget, sih? Malu-maluin', gitu, kan. Namanya kita dulu waktu kita ABG kan gitu, 'Apaan, sih?'. Iya, kan selalu malu dengan orang tua kita," ungkapnya.
"Tapi pas tua gitu, kita melihat bahwa... oh my God, orang tua kita tuh... just being herself aja tuh, udah menurut aku keren banget, gitu," lanjut Luna.
Dari ibunda, Luna belajar menjadi diri sendiri tanpa harus memaksakan diri memenuhi standar orang lain.
"Itu yang membuat aku jadi belajar bahwa menjadi diri sendiri, otentik itu dan tidak terpengaruh dengan orang lain. Terpengaruh untuk hal yang baik, ya. Tapi kalau hanya untuk memenuhi standar dan kepentingan orang lain hanya untuk pleasing other people, ya gak, kan kita punya hidupnya masing-masing," tuturnya.
Istri Maxime Bouttier itu menilai terlalu memaksakan diri untuk menyenangkan orang lain justru menguras energi.
"Why... why we're like, selalu harus, 'Oh, aku harus nyenengin ini, nih. Aku harus nyenengin itu', gitu," tuturnya
"Capek, kan kita harus nyenengin diri sendiri dulu," pungkas Luna Maya.










































