Dude Harlino Cerita Dampak Abu Anak Krakatau di Rumah

Dude Harlino Cerita Dampak Abu Anak Krakatau di Rumah

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 09 Sep 2026 21:13 WIB
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono di PN Depok.
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono di PN Depok. Foto: Febri/detikhot
Jakarta -

Dude Harlino, ikut merasakan dampak abu vulkanik yang turun setelah Gunung Anak Krakatau erupsi. Ia mengatakan, debu vulkanik terlihat menyelimuti mobilnya dalam beberapa hari terakhir.

Dude mengaku melihat adanya debu yang berbeda dari biasanya pada mobilnya, terutama pada pagi hari.

"Mobil kalau pagi-pagi kemarin dan hari ini saya lihat, pagi-pagi itu masih ada debu yang agak berbeda, menyelimuti mobil. Walaupun nggak terlalu tebal, memang cukup tipis, tapi begitu saya lihat di media, mungkin bisa dikategorikan abu vulkanik lah seperti itu," kata Dude Harlino di PN Depok, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi tersebut, Dude mengingatkan keluarga agar lebih berhati-hati saat membersihkan abu yang menempel. Menurutnya, mobil sebaiknya disiram terlebih dahulu sebelum dibersihkan.

Dude juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati apabila abu vulkanik mengenai mata. Ia menyebut, abu tersebut memiliki tekstur yang cukup tajam sehingga berpotensi menyebabkan luka jika mata digosok.

"Kalau kena mata, kan nggak boleh dikucuk tuh. Bisa luka dan sebagainya. Dampaknya cukup parah karena abunya agak tajam-tajam gitu," bebernya.

Dude mengatakan, sejauh ini aktivitas pekerjaannya belum terlalu terganggu akibat kondisi tersebut. Ia masih menjalani proses syuting di kawasan Tangerang.

Namun, Dude tak menutup kemungkinan aktivitas pekerjaan akan terdampak apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Terlebih, pekerjaannya terkadang mengharuskan bepergian menggunakan pesawat.

"So far sih belum ada yang ini ya, tapi kalau mungkin ini panjang, mungkin dampaknya bisa terganggu gitu ya, karena kita perlu flight, misalnya untuk kejar waktu kan pasti pakai pesawat," jelasnya.

Ia juga menyebut, sejumlah temannya terpaksa menggunakan transportasi kereta dan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat akibat kondisi penerbangan.

Selain aktivitas pekerjaan, Dude turut menyoroti dampak kondisi abu vulkanik terhadap anak-anak. Menurutnya, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

"Kalau dampak berikutnya ya pasti anak-anak nih, sekolahnya online. Tapi yang paling penting bukan masalah itu, yang paling penting keselamatan, kesehatan anak-anak, supaya mereka tetap terjaga kondisi dengan kondisi yang baik," ungkapnya.

Dude menilai anak-anak sebenarnya sudah cukup terbiasa dengan sistem PJJ. Pengalaman saat pandemi COVID-19 membuat mereka tidak terlalu asing dengan pembelajaran secara daring.

"Kalau masalah PJJ sebenarnya ini sudah dari zaman COVID dulu, sudah kita jalankan dan memang sudah terbiasa juga anak-anak. Dan kemarin waktu demo-demo yang 1-2 minggu lalu juga sempat PJJ berulang anak ya, jadi sekolah dan pihak yang berwenang mungkin melihat untuk menjaga tetap kondisinya baik lah gitu ya," ucapnya.

Menurut Dude, kebijakan PJJ cukup baik diterapkan sementara waktu hingga kondisi kembali normal. Ia berharap abu vulkanik tidak lagi bertebaran sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Jadi saya pikir cukup bagus kebijakan PJJ ini untuk bisa menjaga supaya anak-anak tetap baik dan sehat dan sampai menunggu kondisinya mereda, abunya tidak lagi bertebaran, dan mudah-mudahan erupsi cepat selesai gitu ya, dan bisa kembali normal," pungkasnya.



(fbr/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads