Vilmei Trauma Berat Usai Uang Rp 3M Diduga Diambil Karyawan

Vilmei Trauma Berat Usai Uang Rp 3M Diduga Diambil Karyawan

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Kamis, 27 Agu 2026 16:10 WIB
vilmei
Vilmei dalam media sosial miliknya. Foto: dok Instagram vilmei
Jakarta -

Kreator konten Meicy Villia atau Vilmei, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Di balik kasus penggelapan uang miliaran rupiah yang dilakukan karyawannya, tersimpan luka mendalam yang membuat Vilmei mengalami krisis kepercayaan luar biasa.

Pengkhianatan ini bahkan, sempat membuat kekasih Willie Salim tersebut berpikir untuk berhenti dari dunia yang telah membesarkan namanya. Rasa sesak yang dirasakan Vilmei bukan tanpa alasan, mengingat ia sudah menganggap karyawannya seperti keluarga sendiri.

Ia mengaku sangat terpukul karena, orang yang diberi kepercayaan penuh justru menjadi dalang di balik hilangnya saldo hasil kerja kerasnya selama tujuh tahun. Akibat kejadian ini, Vilmei secara terang-terangan menyebut dirinya kini mengalami trauma yang sulit dihilangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Trauma banget, trust issue banget jadinya. Parah," kata Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (27/8/2026) malam.

Eskalasi kerugian yang ternyata membengkak hingga diperkirakan mencapai lebih dari Rp 3 miliar menambah beban pikirannya. Tidak hanya sekadar mengambil uang tunai, pelaku juga merusak bisnis brand milik Vilmei dengan melakukan sabotase harga produk.

"Gemas jujur. Aku tadi sudah mau pensiun (jadi konten kreator), tapi gak jadi," bebernya.

Meski dilanda stres yang cukup berat, Vilmei berusaha untuk tetap bersikap tegar. Baginya, bangkit dari keterpurukan adalah satu-satunya jalan agar tidak terus-menerus terlarut dalam kesedihan akibat ulah orang kepercayaannya.

"Ambil happy-nya saja ya, kita ambil happy-nya saja lah. Kalau distresin pasti pusing, tapi ya sudahlah langsung bangkit saja buat pembelajaran ke depannya. Daripada kita fokus ngebalas dia, fokus tentang masalah-masalah gini, kita juga fokus buat cari yang barulah uangnya," ujar Vilmei.

Kasus ini juga menyingkap, fakta kalau tersangka tidak hanya memanfaatkan akses dari pekerjaannya. Pelaku diketahui mengambil aset kantor secara sembunyi-sembunyi demi kepentingan pribadi dan membiayai gaya hidup kekasihnya.

"Jadi ternyata dia itu ngambil HP kantor malam-malam tuh dia ngambil HP kantor yang ada akun-akun aku, dibawa pulang sama dia. Jadi itu sebenarnya bukan kewajiban dia, tapi dia kayak maling ya, namanya juga maling ya," terang Vilmei.

Tersangka sudah resmi ditahan dan dijerat dengan Pasal 374 KUHP mengenai penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara itu, pihak Vilmei terus melakukan audit menyeluruh untuk memastikan total kerugian pasti yang diakibatkan oleh aksi sistematis karyawannya tersebut.



(ahs/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads