Gilang Dirga mengantongi sertifikasi di bidang Blue Economy atau ekonomi biru. Sertifikasi tersebut dipelajarinya sebagai bekal untuk memahami pengembangan ekonomi berbasis potensi laut sekaligus mendukung penyelesaian studinya.
Suami Adiezty Fersa itu menjelaskan sertifikasi yang diikutinya merupakan Certified Blue Economist. Menurutnya, program itu mempelajari potensi ekonomi di wilayah pesisir dan laut, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
"Jadi sebenarnya gue tuh ikut sertifikasi, Blue Economic. Kemarin gue ikut salah satu sertifikasi itu, namanya Certified Blue Economic gitu kan," kata Gilang Dirga di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan materi yang dipelajari tak hanya membahas sektor perikanan, tetapi juga berbagai potensi sumber daya laut yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku industri sekaligus mendorong perekonomian masyarakat pesisir.
"Jadi mempelajari tentang bagaimana ekonomi di sekitar wilayah laut gitu kan. Baik itu dari nelayannya, terus di dalam laut itu ada apa aja yang bisa kira-kira dikembangkan untuk menjadi sebuah apa namanya bahan baku dan juga membantu perekonomian dari para nelayan yang ada di sekitar laut," jelasnya.
Menurut Gilang, sertifikasi tersebut tidak diperoleh secara instan. Seluruh peserta diwajibkan melakukan riset sehingga hasil yang didapat benar-benar berdasarkan kajian.
"Sampai ada risetnya, ada risetnya juga. Jadi benar-benar nggak sembarangan. Ya sekedar mengisi waktu luang menjelang S1 ini aja," ungkapnya.
Saat ini, Gilang juga tengah menempuh pendidikan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia menyebut masa studinya berlangsung selama 1,5 tahun dan kini telah memasuki semester kedua.
"Ini masuk ke semester kedua. Semester ketiga nanti kita langsung yudisium. Maksudnya ya tetap kuliah, tapi ada yudisiumnya baru nanti kayaknya selain skripsi ada project. Jadi mungkin project itu yang akan gue ajukan nanti," tuturnya.










































