Ruben Onsu Pertanyakan Tawaran Co-Parenting dari Sarwendah: Kenapa Baru Sekarang?

Ruben Onsu Pertanyakan Tawaran Co-Parenting dari Sarwendah: Kenapa Baru Sekarang?

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 30 Jul 2026 14:10 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah
Ruben Onsu dan Sarwendah. Foto: Desi Puspasari/detikcom
Jakarta -

Tawaran co-parenting atau pengasuhan anak bersama yang disampaikan pihak Sarwendah menuai respons dari kubu Ruben Onsu. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mempertanyakan mengapa tawaran tersebut baru muncul sekarang, padahal menurutnya komunikasi terkait pengasuhan anak sudah berlangsung cukup lama.

"Selama ini kan kami tidak mau membahas itu tentang co-parenting itu. Nah, mereka menawarkan siap kok untuk co-parenting. Kami heran saja kalau memang siap kenapa nggak dari dulu co-parenting? Kenapa nggak dari dua tahun yang lalu co-parenting? Kalau memang siap untuk co-parenting kenapa baru sekarang menyatakan siap co-parenting?" kata Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Minola mengaku heran dengan perubahan sikap tersebut. Menurutnya, apabila memang ada keinginan untuk menjalankan pengasuhan bersama, hal itu seharusnya sudah dilakukan sejak awal setelah kedua belah pihak tidak lagi menjalani rumah tangga bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Minola juga mempertanyakan pemahaman pihak Sarwendah mengenai konsep co-parenting. Menurutnya, pengasuhan bersama bukan sekadar membagi peran antara satu pihak yang mengasuh anak dan pihak lain yang hanya memenuhi kebutuhan finansial.

"Itu pertanyaannya. Terus yang kedua, dia paham nggak sih apa itu co-parenting? Co-parenting itu kan adalah membesarkan anak secara bersama-sama, bekerja sama untuk membesarkan anak secara bersama-sama antara ayah dan ibu meskipun sudah tidak ada ikatan perkawinan lagi," ujarnya.

Ia menilai, konsep co-parenting mengharuskan kedua orang tua tetap berdiskusi dan mengambil keputusan bersama terkait kebutuhan anak. Mulai dari urusan pendidikan, biaya, hingga kegiatan penting anak seharusnya dibahas secara bersama.

"Nah, sekarang dia mau bekerja sama? Dia mau artinya itu apapun tentang anak ini dibicarakan dan didiskusikan sama si Ruben?" lanjut Minola.

Lebih lanjut, Minola mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menjalankan co-parenting apabila memang kedua belah pihak memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.

"Kalau memang mau kenapa nggak dari dulu? Oke nggak apa-apa kita kasih kesempatan saat ini mungkin dia ingin co-parenting. Tapi dia memang mau nggak? Co-parenting itu adalah bekerja sama bersama-sama untuk membesarkan anak, diskusi mengenai masalah biaya, masalah kebutuhan anak, masalah pendidikan anak seluruhnya," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Minola menegaskan bahwa co-parenting seharusnya berorientasi pada kepentingan anak, bukan hanya pembagian tanggung jawab secara sepihak.

"Co-parenting itu adalah bekerja sama antara orang tua meskipun sudah nggak ada ikatan perkawinan lagi demi anak. Jangan ajakan-ajakan co-parenting tapi yang dipahami co-parenting itu adalah satu mengasuh dan menguasai anak-anak, satu cuma bayar kebutuhan saja tanpa ada waktu untuk berkumpul. Nah ini juga salah," pungkasnya.



(fbr/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads