Aktor Sandy Tumiwa buka suara terkait somasi mantan istrinya, Tessa Kaunang. Perselisihan itu mencuat setelah, Sandy mengunggah foto hasil editan AI yang menampilkan Tessa mengenakan hijab disertai pujian.
Menurut Sandy, unggahan tersebut berawal dari niat baik dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kesalahpahaman. Ia bahkan sempat menghubungi Tessa secara pribadi.
"Ya itu aja sih tentang miss communication aja gitu. Jadi karena kesibukan masing-masing saya juga di luar kota, terus saya mungkin mengingatkan... maksudnya niat saya bagus ya. Saya kalau dia pakai ini (kerudung) cantik ya. Saya WA ke dia dan saya sih izin sebenarnya," kata Sandy Tumiwa kepada detikcom di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandy mengaku terkejut ketika respons yang diterima justru berupa somasi. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya bisa diselesaikan melalui komunikasi secara langsung.
"WA dulu, 'Kamu pakai jilbab cantik ya,' gitu. Terus dia menolak, maksudnya tolak, menolaknya itu dengan pasang kasih somasi. Padahal kan seharusnya tinggal dia WA, 'Jangan dong,' gitu kan. Simpel gitu aja sih sebenarnya gitu dan selama ini kan nggak pernah ada yang bahasa-bahasa apa sih namanya... menolak atau nggak gitu lo. Jadi komunikasi kita bener-bener jauh," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sandy membantah anggapan unggahan tersebut bertujuan menyudutkan keyakinan Tessa atau membentuk opini tertentu seolah Tessa mualaf. Ia mengatakan pujiannya murni ditujukan kepada penampilan sang mantan istri.
"Jadi kan saya juga menghargai dia gitu. Tapi kan di sini, ada ya saya menghargai seorang wanita yang berjasa kepada anak-anaknya," beber Sandy.
Meski merasa tidak memiliki niat buruk, Sandy memilih meminta maaf. Baginya, Tessa tetap merupakan sosok yang sangat berjasa sebagai ibu dari kedua anak mereka.
"Wanita itu adalah wanita terkuat, ras terkuat di bumi. Kalaupun kita ribut, kita keras-kerasan, nggak akan menang. Kenapa? Saya dalam hal ini saya punya buah hati. Pengorbanan saya dengan pengorbanan Tessa, jauh lebih tinggi Tessa daripada saya. Kenapa? 9 bulan mengandung dengan nyawa," ujarnya.
Sandy berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Ia ingin hubungan komunikasi dengan Tessa, dapat berjalan lebih baik demi menjaga kenyamanan dan ketenangan anak-anak mereka.
"Jadi sebaik-baiknya saya... berjasa saya sama anak-anak, nggak akan bisa dibandingkan dengan ibunya anak-anak. No way. Makanya dengan apa yang saya berikan semua ini ya untuk anak-anak ya karena keseimbangan itu ada," pungkasnya.










































