Pandangan Tommy Kurniawan Soal MBG Terus Dikritik

Pandangan Tommy Kurniawan Soal MBG Terus Dikritik

Mauludi Rismoyo - detikHot
Sabtu, 20 Jun 2026 19:32 WIB
tommy kurniawan
Tommy Kurniawan soal MBG. (Foto: ist)
Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalani oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang terus menjadi buah bibir. Pro dan kontra pun tak terhindarkan menggelinding di tengah masyarakat.

Melihat fenomena ini, aktor yang kini aktif di dunia politik Tommy Kurniawan ikut angkat bicara. Ia secara tegas memberikan dukungan penuh dan meminta publik untuk melihat program ini secara objektif.

Menurut pria yang akrab disapa Tomkur ini, program MBG sejatinya adalah langkah mulia yang punya dampak ekonomi sangat luas sekaligus menjadi strategi konkret untuk mencerdaskan anak bangsa. Ia mengaku melihat langsung dampak positif program itu di lapangan, salah satunya di Kabupaten Bogor.

"Banyak keluarga petani, pedagang keliling, kuli bangunan, sampai pekerja serabutan yang perlu dibantu atau diringankan bebannya dengan memberikan makanan cukup gizi pada anak-anak mereka," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa itu, pemenuhan gizi yang tepat langsung pada sasaran seperti ini adalah kunci utama agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan kompetitif.

ADVERTISEMENT

Tommy Kurniawan lantas menanggapi berbagai kritik dan kendala yang muncul di tahap awal pelaksanaan MBG. Ia menilai hal itu sebagai proses yang sangat wajar, karena di Indonesia baru berjalan sekitar satu tahunan.

Suami Lisya Nurrahmi itu pun membandingkan dengan negara-negara maju yang program serupa di masa lalunya juga penuh drama. Ia mencontohkan di Jepang sempat mengalami darurat pangan dan kasus keracunan massal, sebelum akhirnya kini menjadi model tata kelola gizi dunia.

Lalu, lanjut Tommy Kurniawan, di Finlandia dan India sempat ditolak karena anggaran yang bengkak hingga diterpa isu korupsi serta keracunan, namun perlahan sukses menekan angka stunting. Sampai yang teranyar di tahun 2000-an, kata Tommy, kualitas makanan sekolah Inggris sempat memprihatinkan karena didominasi makanan olahan murah, sampai akhirnya direformasi total menjadi School Food Standards yang super ketat.

"Dari beberapa negara percontohan, hampir semuanya memiliki masalah masing-masing di tahap awal. Saya rasa Indonesia akan terus berbenah dan melakukan perbaikan hingga akhirnya tujuan tercapai," tuturnya.

Tommy Kurniawan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak anti-kritik. Di negara demokrasi, kritik adalah hal yang sah dan dilindungi undang-undang. Namun, ia menyayangkan jika kritik tersebut hanya bertujuan untuk menjatuhkan atau memperkeruh suasana.

"Kritik boleh tapi jangan hanya kritik, terus menghina dan menjatuhkan, apalagi membuat situasi menjadi gaduh membuat proksi untuk mengadu domba masyarakat. Tapi alangkah baiknya memberikan solusi," katanya.

Anggota DPR RI dari fraksi PKB itu berharap ada kritik yang positif soal MBG. Sebab dari situ bisa menjadi 'vitamin' untuk pemerintah agar bisa terus memperbaiki tata kelola program demi menyongsong Indonesia yang lebih baik.

"Mari sebagai anak-anak muda kita memiliki visi yang lebih maju ke depan dan terus berkontribusi yang positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Perpecahan dan pertikaian hanya membawa dampak buruk dan negatif bagi citra negara dan kita semua. Justru dengan kegaduhan itu banyak oportunis atau orang-orang yang memanfaatkan situasi agar Indonesia tidak pernah mencapai cita-citanya. Sejatinya Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang lebih baik dan maju ke depannya," pungkasnya.




(mau/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads