Aiman Ricky Belajar Sabar dan Telaten Saat Jadi Pendamping Haji

Aiman Ricky Belajar Sabar dan Telaten Saat Jadi Pendamping Haji

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Senin, 15 Jun 2026 14:04 WIB
Aiman Ricky menjadi pembimbing haji.
Aiman Ricky Belajar Sabar dan Telaten Saat Jadi Pendamping Haji. (Foto: Instagram @aimanrickyy)
Jakarta -

Aktor Aiman Ricky baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai petugas pendamping jemaah haji di Tanah Suci. Pengalaman ini menjadi cerita baru dalam perjalanan hidupnya, mengingat tugas tersebut sangat bertolak belakang dengankesehariannya di dunia hiburan yang biasanya mendapatkan banyak kemudahan dan pelayanan.

Selama menjalankan tugasnya, Aiman Ricky mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga, terutama mengenai kesabaran. Menjadi bagian dari tim pendamping untuk sekitar 800 jemaah bukanlah perkara mudah, namun ia mengaku sangat menikmati setiap proses yang terjadi di lapangan meski harus menghadapi berbagai rintangan.

"Pengalamannya tentunya menyenangkan ya, dan itu pengalaman pertama tapi sangat berkesan buat aku dan enjoy pelaksanaannya walaupun ya pastinya ada banyak tantangannya tapi ya menikmati sih," kata Aiman Ricky kepada detikcom saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu tantangan terbesar yang dirasakan aktor berusia 39 tahun itu adalah perubahan pola pikir. Ia harus benar-benar menanggalkan atribut keartisannya demi memastikan kenyamanan dan keamanan para jemaah haji, terutama mereka yang sudah berusia lanjut atau lansia.

"Melunturkan seorang Aiman Ricky yang biasanya dilayani di sini, justru kalau di sana saya harus melayani. Sebisa mungkin saya melayani apa pun. Ketika misal jemaah ada tanya saya bisa bantu jawab. Saya gak tahu jawabannya, saya cari tahu, tanya sama pendamping lain," terangnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Aiman Ricky menjelaskan tugas ini menjadi wadah baginya untuk melatih karakter diri. Sifat egois dan kurang sabar yang terkadang muncul dalam diri pribadinya harus ditekan kuat-kuat demi mengutamakan kepentingan orang banyak yang ia bimbing selama rangkaian ibadah di tanah suci.

"Mungkin selain itu tantangannya adalah bagaimana saya untuk yang biasanya suka egois sama diri saya, suka gak sabaran, saya dilatih banget untuk harus sabar, untuk harus bisa telaten, dan untuk harus bisa fokusnya sama jemaah," jelasnya.

Puncak dari perjuangannya melunturkan ego terjadi saat momen wukuf di Arafah. Di saat jutaan orang fokus memanjatkan doa untuk kepentingan pribadi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mendoakan kekuatan bagi dirinya sendiri agar tetap prima dalam mengawal para jemaah hingga seluruh rangkaian haji usai.

"Sebisa mungkin aku tuh doa di sana yaitu adalah untuk sebisa mungkin bisa maksimal total sama jemaah. Dan itu yang membuatku jadinya tuh fokusnya sama jemaah dibanding sama diriku sendiri gitu ya," pungkasnya.



(ahs/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads