Penggemar almarhum Vidi Aldiano atau yang dikenal sebagai Vidiis menggelar aksi tebar ikan di danau dekat makam sang musisi yang berada di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati 40 hari Vidi Aldiano meninggal.
Acara dimulai setelah salat Jumat, diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Vidi oleh keluarga serta para penggemar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran berbagai jenis ikan seperti tembakang, gurame, lele, ikan mas, dan bawal ke danau sekitar area pemakaman.
Aksi tersebut mendapat tanggapan positif dari warga sekitar, termasuk para pemancing yang turut hadir di lokasi. Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, menyampaikan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya telah dilakukan di daerah Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah hari ini tanggal 17 April, ini adalah penebaran ikan yang kedua. Tadinya yang pertama kita lakukan di Ciamis dan Tasikmalaya, kemarin itu ada sekitar 5 kuintal ikannya dan danaunya bersih sekali, sungainya bersih sekali," ujar Harry Kiss di Danau TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, kali ini kegiatan dilakukan di dekat makam sang anak dengan jumlah ikan yang juga cukup besar. Ada sekitar 2,5 kuintal ikan yang ditebar di danau.
"Nah, kebetulan hari ini kita lakukan di sebelah makam Vidi Aldiano di Tanah Kusir. Hari ini kira-kira yang dari Jakarta saja ada sekitar 2,5 kuintal; ikan mas, ikan bawal, ikan nila, ikan lele, dan apa lagi tadi ya?" ungkapnya.
Harry menambahkan jenis ikan yang ditebar di Ciamis dan Tasikmalaya juga beragam. Termasuk ikan tembakang yang disebut memiliki rasa lebih unggul dari gurame.
"Terus kalau yang dari Ciamis atau Tasik tadi, ada ikan tembakang. Tembakang itu seperti gurame, tapi warnanya kuning dan itu jauh lebih enak daripada gurame. Itu ada 5.000 ekor tadi. Terus ada lagi gurame juga sekitar 5.000 ekor. Jadi alhamdulillah cukup banyak," jelasnya.
Selain itu, beberapa ikan yang ditebar memiliki ukuran cukup besar dan menarik perhatian. Terutama bagi para pemancing.
"Tadi yang menarik ada ikan-ikan mas yang ukurannya 1 kilo, ada yang 2 kilo, ada yang 5 kilo. Tadi Anda lihat ya? Itu kayaknya sudah siap dipancing kalau itu," katanya.
Harry mengungkapkan kegiatan ini memiliki filosofi khusus yang disebut Tebar Kebak-Ikan.
"Filosofi kita itu adalah menebar Kebak-Ikan. Kebak itu artinya penuh. Jadi yang ditebar adalah kebahagiaan dan ikan. Dengan ditebar ikan, masyarakat senang, amal jariyah daripada para donatur juga akan diterima di sisi Allah SWT," tuturnya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin dengan dukungan dari para donatur.
"Mudah-mudahan donasinya setiap minggu ini akan terus-menerus ada. Kita juga dibantu oleh tim yang namanya Tim Video Ikan (Video Dunia Ikan) dari Tasik. Itu orangnya luar biasa, Kang Teten. Nah ini Kang Teten, lalu ada Pak Putra, supplier ikan mas, nila, dan lele dari sebelah kantor saya ternyata," pungkasnya.
(fbr/pus)











































