Penyanyi Veri AFI menjadi perbincangan karena perubahan tubuhnya yang sangat drastis. Tiga bulan belakangan Veri AFI mengaku gak bisa makan karena gerd kronis.
Gerd membuat dirinya gak bisa makan selama 3 bulan. Kondisi Veri AFI diperparah dengan dirinya yang mengalami anxiety dan psikosomatis.
Dilihat dari detikhealth, psikosomatis atau somatisasi adalah gangguan psikis yang menyebabkan gangguan fisik. Pendek kata, psikosomatik adalah penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif dan/atau masalah emosi. Masalah emosi itu antara lain rasa berdosa, merasa punya penyakit, stress, depresi, kecewa, kecemasan atau masalah emosi negatif lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang-kadang kondisi tertentu yang bikin anxiety muncul dan itu yang memperparah gerd-nya. masih mending kalau sekadar asam lambung naik, makan jadi susah itu masih mending. Kalau aku sampai kebawa mimpi, sampai cium aroma makanan aja udah enek duluan, sampai benar-benar rasa dada kebakar panas, jangankan makan, minum air putih aja sudah gak bisa, sakit banget," jelas Veri AFI saat mengisi Rumpi: No Secret, kemarin.
Veri AFI yang kerap merasa ketakutan dan khawatir bisa kembali bangkit dengan dukungan para sahabat yang juga berjuang di ajang pencarian bakat menyanyi yang sama.
"Aku kemarin di-support beberapa teman ada di AFI 1 ada dicky, ada teman dari AFI 3 juga, ada juga ini paling sering ketemu aku ada Arjuna dan juga ada Fian, mereka banyak kasih masukan ke aku," tuturnya.
"Mereka banyak kasih masukan ke aku, mereka ini yang akhirnya benar-benar bilang, yang disembuhin ini (pikiran) aku dulu. Kuncinya gak boleh stres, gak boleh sendiri, gak boleh menutup diri, benar-benar harus happy," sambung penyanyi dengan nama lengkap Veri Affandi itu.
Perubahan Veri membuat dua sahabatnya itu bertanya-tanya. Sebelum mengalami kondisi seperti sekarang, Veri ikut andil dalam usaha mereka.
"Aku kemarin ngebantu usaha mereka, sebelum-sebelumnya. Tiba-tiba aku memutuskan untuk mundur dulu deh, mereka bilang, 'Kenapa? Ada apa? Pada saat aku berkali-kali masuk IGD, mereka telepon. Sampai kemarin itu di momen hari besar sekalipun, gak satupun WhatsApp yang aku buka kecuali mereka," ungkapnya.
"Pada saat mereka menghubungi, 'Ver udah saatnya lo ketemu kita udah saatnya lo happy-happy lagi. Gue tahu apa yang terjadi sama lo. Gue dokter, gue bimbing lo untuk sembuh'. Setelah pikiran aku dibuka lagi, diajak bercanda sama Juna, mereka sampai tahu apa-apa saja yang aku bisa makan. Akhirnya aku bisa makan lagi," cerita Veri.
Kehadiran para sahabat yang memberikan dukungan saat kondisinya seperti itu, Veri anggap sebagai rezeki. Sakit yang dia alami gak cuma soal fisik, tapi juga psikis.
"Itu salah satu rezeki buat aku. Saat aku sendiri gak paham sama apa yang terjadi sama aku. Ternyata kuncinya ada di psikis, teryata aku butuh dukungan orang-orang seperti ini. Ternyata bukan lambung yang harus aku obati, tapi pikiran," ucap Veri.
Juara AFI musim pertama itu kini juga bersyukur. Dia bisa merasakan rezeki lainnya dengan kondisinya yang mulai membaik.
"Nikmat, rezeki, nikmat kesehatan di tengah kondisi aku sakit seperti apa pun aku masih bertahan dan Allah selalu kirimkan orang-orang terbaik di sekeliling aku," tukasnya.
(pus/aay)











































